Kabupaten Cirebon telah menyiapkan diri secara matang sebagai jalur utama perlintasan pemudik dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Persiapan ini menjadi sangat penting mengingat lonjakan volume kendaraan yang signifikan biasanya terjadi pada masa mudik dan arus balik Lebaran.
Polresta Cirebon mengadakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral serta Tactical Floor Game guna menyusun strategi pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, dan para pemangku kepentingan yang berperan dalam pelayanan masyarakat.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, menegaskan bahwa evaluasi dari pengamanan tahun sebelumnya menjadi dasar untuk mengantisipasi berbagai kendala. Fokus utama dalam rakor adalah kelancaran lalu lintas, pengawasan titik keramaian, antisipasi kemacetan, serta pengelolaan rest area yang berpotensi menimbulkan kepadatan.
Wilayah Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi para pemudik. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B dijadikan titik istirahat strategis yang sering kali menjadi lokasi padatnya kendaraan. Imara menyebut Cirebon merupakan tempat istirahat penting bagi pemudik sehingga perlu pengawasan intensif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Keamanan rumah warga yang ditinggalkan mudik juga mendapat perhatian khusus. Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat serta keselamatan pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026. Ia menyatakan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan sangat krusial untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalani perjalanan mudik.
Tekad tersebut mencerminkan komitmen seluruh pihak terkait dalam memberikan pelayanan terbaik. Langkah ini juga diharapkan mampu meminimalisir hambatan dan memberikan pengalaman mudik yang lancar di jalur Cirebon.
Berikut beberapa langkah strategis yang dijalankan dalam persiapan menghadapi pemudik di Cirebon:
1. Penguatan koordinasi lintas sektor terkait keamanan dan kelancaran lalu lintas.
2. Penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan dan rest area utama.
3. Optimalisasi pengawasan dan pengaturan arus di lima gerbang tol wilayah Cirebon.
4. Peningkatan fasilitas dan manajemen rest area untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
5. Kampanye kesadaran keselamatan berlalu lintas bagi pengguna jalan selama mudik.
Dengan langkah-langkah ini, Cirebon dipastikan siap menyambut dan melayani para pemudik yang melewati jalur strategis tersebut. Pengawasan dan antisipasi potensi kemacetan menjadi prioritas agar perjalanan masyarakat berjalan aman dan lancar di musim mudik Lebaran kali ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: rejabar.republika.co.id






