Pemprov Jateng Aktifkan Posko Terpadu Lebaran 2026, Siaga 24 Jam Antisipasi Kemacetan dan Bencana di Jalur Mudik Raya

Author: Qoo Media

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengaktifkan Posko Terpadu Lebaran sejak pertengahan Maret hingga akhir bulan. Posko ini bertujuan mengantisipasi lonjakan pemudik yang diperkirakan mencapai 17,7 juta orang selama masa mudik Lebaran tahun ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan seluruh petugas pengamanan dan pelayanan harus siap siaga 24 jam. Ia juga meminta peningkatan kualitas layanan dengan belajar dari evaluasi pelaksanaan mudik tahun sebelumnya.

Fungsi Posko Terpadu Lebaran

Posko Terpadu Lebaran berperan sebagai pusat komando untuk mengkoordinasikan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah. Pos ini menangani sejumlah kondisi darurat seperti kemacetan, kecelakaan, mogok kendaraan, dan pemudik yang sakit.

Data yang dihimpun posko digunakan untuk pengambilan keputusan cepat sekaligus menjadi sumber informasi resmi soal kondisi arus mudik bagi masyarakat. Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa seluruh pos harus aktif memantau pergerakan orang dan barang, termasuk potensi bencana alam seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir di wilayah rawan.

Siaga 24 Jam dan Prioritas Keselamatan Petugas

Personel yang bertugas di posko dan lapangan dijaga keselamatan dan kenyamanannya agar pelayanan kepada pemudik bisa maksimal. Gubernur menegaskan, "Jika petugas siap dan aman, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan optimal."

Berdasarkan evaluasi mudik sebelumnya, Pemprov Jateng telah melakukan sejumlah peningkatan fasilitas, antara lain:

  1. Penambahan kantong parkir di rest area tol
  2. Penambahan fasilitas toilet
  3. Pemasangan penerangan jalan umum (PJU) lebih luas
  4. Penambahan rambu portabel di jalur alternatif

Selain itu, penggunaan aplikasi pemantau arus lalu lintas diperluas agar masyarakat dapat mengakses informasi kondisi jalan secara real time sebelum berangkat.

Pengawasan Jalur Selatan dan Objek Vital

Jalur selatan Jawa Tengah mendapat perhatian khusus karena masih minim penerangan jalan. Petugas diminta lebih waspada dan penambahan rambu penunjang perlu dilakukan agar pengendara tetap aman selama melintas.

Pengawasan juga dilakukan di sejumlah objek vital yang diprediksi ramai saat Lebaran, seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, dan destinasi wisata. Pemeriksaan kendaraan di terminal diperketat untuk menjamin keselamatan penumpang. Gubernur mengingatkan, "Cek betul kendaraan atau bus di terminal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan."

Jumlah Pemudik dan Dukungan Teknis

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyatakan jumlah pemudik tahun ini naik 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 13 juta orang. Posko Terpadu akan beroperasi 24 jam dengan pembagian tiga shift petugas yang berasal dari instansi seperti Polda Jateng, Basarnas, Jasa Marga, dan BMKG.

Dishub juga mengaktifkan lebih dari 350 anggota kelompok masyarakat sadar keselamatan untuk membantu pemantauan di titik-titik yang sulit dijangkau petugas resmi. Pemerintah memasang 10 kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik pemerintah kabupaten dan kota. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas rute tujuan sebelum memulai perjalanan.

Pemudik disarankan memanfaatkan aplikasi dan fasilitas pemantauan untuk memastikan perjalanan lebih aman dan lancar. Pemerintah Jawa Tengah menyiapkan segala sumber daya agar pelayanan mudik berjalan optimal sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan selama Lebaran 2026.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: timesindonesia.co.id
Terbaru