Jatim Tumbuh Tertinggi di Jawa, EastFood Dan ALLPACK Surabaya 2026 Siap Gerakkan Industri Dan UMKM

Author: Qoo Media

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,96 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026 memberi dorongan kuat bagi industri pameran di Surabaya. Capaian itu menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa menurut data Badan Pusat Statistik Jawa Timur.

Momentum tersebut dimanfaatkan Krista Exhibitions Group dengan menghadirkan EastFood Indonesia Expo (IIFEX) 2026 dan ALLPACK Surabaya 2026 atau EastPack Surabaya di Grand City Convention Hall Surabaya. Dua pameran B2B internasional ini diposisikan sebagai penggerak sektor riil, perluasan pasar domestik dan ekspor, serta penguat daya saing industri makanan, minuman, pengemasan, dan sektor pendukung lainnya.

Daya tarik utama industri dan UMKM

CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan tren penyelenggaraan pameran sepanjang 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Keberhasilan Jogja Food & Beverage Expo 2026 pada April lalu menjadi pijakan untuk menghadirkan agenda yang lebih besar di Surabaya.

Daud menyebut EastFood Indonesia Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 180 peserta dari dalam dan luar negeri serta melibatkan 30 UMKM. Sementara itu, ALLPACK Surabaya 2026, EastPack Surabaya, dan East Beauty Pack Expo 2026 akan diikuti lebih dari 90 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM.

Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang promosi produk. Agenda tersebut juga membuka peluang investasi baru dan mempertemukan produsen, distributor, serta pembeli internasional untuk memperkuat ketahanan industri pangan dan pengemasan nasional.

Jadwal dan agenda yang disiapkan

EastFood Indonesia Expo (IIFEX) 2026 akan berlangsung pada 18–21 Juni 2026. Adapun ALLPACK Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026 digelar pada 1–4 Juli 2026.

Salah satu agenda unggulan di EastFood Indonesia Expo 2026 adalah Bakat Boga Challenge 2026. Kompetisi kuliner ini menjadi wadah bagi talenta dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam kategori, mulai dari Lapis Surabaya, Bolu Gulung Keju, Traditional Jajanan Pasar, Western Seafood Spaghetti, The Best Risoles, Classic Chiffon Cake, hingga Chicken Main Course.

Ketua Komite Bakat Boga Surabaya 2026, Chef Tius Faisal Martadinata, menilai kompetisi itu penting untuk melahirkan talenta baru. Ia juga menyebut ajang tersebut bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kuliner dan gastronomi nasional.

Program bisnis dan edukasi untuk pelaku usaha

Selain pameran dan kompetisi, penyelenggara menyiapkan program edukatif berupa Cooking & Baking Demo. Program ini menampilkan tren kuliner terkini, inovasi produk, dan penerapan teknologi dalam industri makanan dan minuman.

Sejumlah merek dan perusahaan industri pangan ikut terlibat dalam program tersebut, di antaranya IndoBake, Kewpie, dan Rich’s. Kehadiran mereka memperkuat fungsi pameran sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus pengenalan teknologi terbaru.

Penyelenggara juga menghadirkan Business Matching dan Hosted Buyer Program. Dua program ini mempertemukan peserta pameran dengan calon mitra bisnis potensial dari dalam dan luar negeri untuk memperluas jaringan usaha, membuka kerja sama strategis, dan meningkatkan potensi ekspor produk Indonesia.

Akses pengunjung dan dukungan lintas sektor

EastFood Indonesia Expo 2026 dibuka untuk pelaku usaha maupun masyarakat umum setiap hari pukul 10.00 hingga 19.00 WIB di Grand City Convention Hall Surabaya. Pengunjung dapat registrasi secara daring melalui laman resmi penyelenggara atau membeli tiket langsung di lokasi seharga Rp100.000 untuk akses selama empat hari pameran.

Konferensi pers penyelenggaraan pameran turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi industri, dan pelaku usaha. Mereka antara lain Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Provinsi Jawa Timur Yudi Ariyanto, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Dr. Haryo Bimo Bramantyo, Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti, pengurus GAPMMI Iwan Winardi, serta perwakilan APKRINDO, PHRI, dan APRINDO Jawa Timur.

Kehadiran lintas sektor itu menunjukkan dukungan kuat bagi pengembangan industri pangan, kemasan, perdagangan, pariwisata, dan UMKM di Jawa Timur. Di tengah ekonomi daerah yang tumbuh paling tinggi di Pulau Jawa, Surabaya kembali diposisikan sebagai panggung penting untuk memperluas jejaring bisnis dan daya saing industri nasional.

Source: kabarjawatimur.com
Terbaru