Perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah digugat ribuan warga di Mississippi, Amerika Serikat. Gugatan itu menuduh operasi perusahaan bersama SpaceX menimbulkan polusi suara berkepanjangan yang mengganggu kenyamanan hidup, kesehatan, dan nilai properti di sekitar lokasi fasilitas.
Perkara ini diajukan ke Pengadilan Federal di Oxford, Mississippi, oleh tiga warga yang bertindak sebagai wakil kelompok dengan jumlah anggota yang diperkirakan melampaui 10.000 orang. Dalam dokumen gugatan, warga menyebut kebisingan dari infrastruktur pendukung pusat data berlangsung hampir tanpa henti dan disertai getaran yang ikut mengganggu aktivitas harian.
Keluhan warga soal kebisingan dan getaran
Para penggugat menuding xAI dan SpaceX lalai mengendalikan dampak dari pembangkit listrik yang memasok energi ke pusat data mereka. Mereka menilai suara bising yang terus-menerus itu telah berubah menjadi gangguan publik yang serius bagi lingkungan sekitar.
Keluhan warga tidak hanya berhenti pada suara mesin dan turbin. Gugatan juga memuat aduan tentang getaran yang dinilai merusak kenyamanan rumah tangga dan mengurangi ketenangan kawasan tempat tinggal.
Pengacara para penggugat, Robert Wiygul, menekankan bahwa rumah semestinya menjadi ruang aman bagi penghuni. Ia mengatakan, “Rumah seharusnya menjadi tempat perlindungan dari dunia luar. Ketika rumah dipenuhi kebisingan selama 24 jam sehari, ketenangan mendasar yang menjadi bagian dari kehidupan yang layak akan hilang.”
Tuntutan ganti rugi dan pemulihan keuntungan
Dalam gugatan tersebut, warga meminta kompensasi atas tekanan emosional, penurunan nilai properti, dan kerugian lain yang mereka klaim muncul akibat aktivitas tergugat. Mereka juga menuntut pengembalian keuntungan yang diperoleh para tergugat, meski nilai pastinya belum disebutkan.
Poin utama dalam perkara ini menunjukkan meningkatnya benturan antara ekspansi industri kecerdasan buatan dan hak warga yang tinggal di dekat fasilitas pendukungnya. Gugatan itu menyoroti bahwa dampak teknologi tidak hanya hadir dalam bentuk inovasi, tetapi juga bisa merambat ke persoalan lingkungan hidup dan kualitas permukiman.
Fokus pada proyek infrastruktur energi xAI
Kasus ini berkaitan erat dengan proyek infrastruktur energi di Southaven, Mississippi, yang dibangun untuk mendukung operasional xAI dan SpaceX. xAI disebut telah menginvestasikan lebih dari US$ 20 miliar untuk pembangunan fasilitas pembangkit listrik di kawasan tersebut.
Proyek itu juga mendapat dukungan dari Gubernur Mississippi, Tate Reeves. Turbin berbahan bakar gas yang dibangun di Southaven digunakan untuk memasok listrik ke sejumlah pusat data yang beroperasi di wilayah itu dan sekitarnya.
Selain xAI dan SpaceX, gugatan juga menyebut MZX Tech, anak perusahaan xAI, sebagai tergugat. Elon Musk sendiri tidak masuk dalam daftar pihak yang digugat dalam perkara ini.
Bukan perkara pertama yang menyeret xAI
Persoalan di Mississippi bukan satu-satunya gugatan yang menyinggung proyek xAI di Southaven. Pada April 2026, organisasi hak sipil NAACP juga mengajukan gugatan terhadap xAI atas dugaan pelanggaran peraturan lingkungan hidup Amerika Serikat.
Perkara itu masih berjalan di pengadilan, dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat sempat memberi sinyal kemungkinan terlibat. Dalam dokumen pengadilan yang dirilis bulan lalu, pemerintah menyebut kasus tersebut memunculkan pertanyaan hukum dan kebijakan yang penting terkait peran pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan di masa depan.
Sampai laporan ini dibuat, xAI dan SpaceX belum memberikan tanggapan resmi atas gugatan terbaru dari warga Mississippi. Perkembangan kasus ini diperkirakan terus menjadi perhatian karena menyangkut batas antara percepatan industri AI dan perlindungan warga di sekitar fasilitas yang menopangnya.
