Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur menyatakan stok beras dan minyak goreng subsidi Minyakita terjaga aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Ketersediaan stok dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas harga selama periode mudik dan libur Lebaran.
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan bahwa saat ini tersedia stok beras sebanyak 1 juta ton dan minyak goreng Minyakita sekitar 2,1 juta liter. Jumlah ini dianggap cukup besar untuk menutup kebutuhan selama masa Lebaran sehingga tidak akan terjadi kelangkaan bahan pokok utama tersebut.
Serapan Gabah dan Jagung Meningkat Signifikan
Langgeng menjelaskan bahwa ketahanan stok tersebut didukung oleh serapan gabah dan distribusi komoditas yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun. Hingga saat ini, Bulog Jatim telah menyerap gabah kering panen (GKP) sebanyak 588.000 ton atau setara dengan 300.000 ton beras. Angka ini menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kontribusi 32 persen dari capaian nasional sebanyak 1.818.000 ton GKP atau sekitar 950.000 ton beras.
Bulog menetapkan harga beli gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram dengan sistem pembelian langsung di lokasi panen. Langgeng mengimbau para petani yang sudah panen agar menghubungi Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog di daerah masing-masing atau pihak Babinsa dan penyuluh pertanian desa untuk penjualan gabah.
Selain beras, Bulog Jawa Timur juga mencatatkan serapan jagung pipil kering sebanyak 40.796 ton atau sekitar 40 persen dari target tahunan 100.000 ton. Serapan jagung ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dan dialokasikan untuk program Sistem Resi Gudang dan Pangan Harga Pembelian (SPHP) guna menstabilkan harga pakan ternak. Program ini dampaknya diharapkan dapat menekan harga telur dan daging ayam di pasaran agar tetap terjangkau konsumen.
Distribusi Melalui Berbagai Kanal Penyaluran
Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah melakukan intervensi pasar melalui penyaluran 42.000 ton beras SPHP dan 9 juta liter minyak goreng Minyakita. Distribusi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kanal seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar tradisional, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Strategi ini bertujuan untuk memperluas akses bahan pokok murah sekaligus menjaga kestabilan harga di tengah meningkatnya permintaan selama periode Lebaran.
Ketersediaan stok dengan jumlah besar tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat Jatim dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Langkah Bulog Jawa Timur yang proaktif dalam pengadaan gabah dari petani dan pendistribusian beras serta minyak goreng dipandang sebagai upaya strategis menjaga ketahanan pangan regional sekaligus mengantisipasi lonjakan harga.
Dengan stok yang tercukupi ini, Bulog Jawa Timur optimistis akan terus memonitor dinamika pasokan dan harga di pasar agar tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalani Lebaran dengan lancar tanpa tekanan harga bahan pokok. Pihak terkait juga terus mengingatkan petani untuk memanfaatkan kesempatan menjual gabah dengan harga yang kompetitif sesuai harga pembelian Bulog guna mendukung stabilitas pasokan beras.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com






