PLN UIT Jawa Bagian Barat Hadirkan Revolusi UMK Electrifying Agriculture, Membangun Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Komunitas

PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang fokus pada pemberdayaan ekonomi dan lingkungan berbasis komunitas. Program ini dirancang untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan serta memperkuat nilai perusahaan dalam pembangunan jangka panjang.

Dalam rangka memperkuat sinergi antara program CSR dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PLN UIT JBB menyiapkan sejumlah program strategis sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Pada sesi penjurian TOP CSR Awards 2026, PT PLN UIT JBB menampilkan tujuh program unggulan yang berjalan selama tahun 2024 dan 2025.

Tujuh Program CSR Unggulan PLN UIT JBB

  1. Kampung Tangguh RW 09 Penggilingan (2025)
  2. UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya (2025)
  3. Digitalisasi Pendidikan Sekolah Khusus An Nur (2025)
  4. Pemanfaatan FABA sebagai pupuk dan paving block untuk Wisata Petik Melon (2025)
  5. Pengembangan Bank Sampah Cipta Lestari (2024)
  6. Pengembangan Creative Disability (2024)
  7. Pengembangan Kampung Ramah Lingkungan 27 (2024)

Dari ketujuh program tersebut, UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya menonjol sebagai proyek percontohan yang mampu direplikasi di wilayah lain, sekaligus menjadi salah satu kebanggaan perusahaan.

Program UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya

Program ini berlokasi di RW 01 Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp203.202.000, program ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, melestarikan kearifan lokal, dan meningkatkan hasil panen hingga 60% melalui metode urban farming.

Intervensi yang dilakukan mencakup pembangunan infrastruktur seperti green house, bioflok, dan sumur satelit. PLN UIT JBB juga menyediakan bibit tanaman dan peralatan pertanian, serta pelatihan bagi masyarakat, terutama kelompok wanita tani, untuk mengembangkan budidaya pertanian dan perikanan.

Penyerahan bantuan dan pembinaan program melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Kepala Dinas DKP, Camat Karawaci, Lurah Pabuaran Tumpeng, dan jajaran PLN UIT JBB serta UPT Duri Kosambi, guna memastikan keterlibatan semua pemangku kepentingan.

Tahapan dan Dampak Program

Program pemberdayaan ini dilaksanakan secara bertahap. Tahap awal fokus pada penyediaan fasilitas pendukung serta pelatihan pengelolaan pertanian dan perikanan. Tahap berikutnya menitikberatkan pada stabilisasi usaha melalui pemantauan teknologi, pengolahan produk menjadi bernilai tambah, serta pengembangan pemasaran dan jejaring kemitraan.

Sasaran program meliputi 62 penerima manfaat, terdiri dari 37 laki-laki dan 25 perempuan. Program ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 8, yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui program ini, diharapkan omzet usaha meningkat hingga 60%, sekaligus menghasilkan produk UMKM seperti minuman berbahan jagung, kembang telang, infus water, dan kopi.

Selain aspek ekonomi, kawasan tersebut mulai berkembang menjadi kampung tematik berbasis lingkungan dengan aktivitas urban farming, kegiatan Kelompok Wanita Tani, serta kegiatan sosial seperti pesantren kilat. Program UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya menunjukkan bagaimana CSR yang terintegrasi dengan ESG dapat menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.topbusiness.id

Berita Terkait

Back to top button