
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sebagian Jawa Barat Sepekan Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat akan terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat selama sepekan ini. Dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif menjadi faktor utama dalam fenomena ini.
Suhu permukaan laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat turut memperkuat potensi pembentukan hujan lebat. Prakirawan cuaca BMKG Jawa Barat, Retno Kartika, mengatakan bahwa terdapat daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah Jawa Barat yang memicu labilitas atmosfer dari kategori ringan hingga kuat. Kondisi ini memperbesar kemungkinan terjadinya hujan dengan petir dan angin kencang dalam durasi singkat.
Prakiraan Hujan Berdasarkan Hari dan Wilayah
BMKG mengeluarkan rincian prediksi hujan selama periode sepekan untuk beberapa daerah di Jawa Barat. Berikut adalah ringkasan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang:
Senin dan Selasa (16-17 Maret):
- Wilayah timur Jawa Barat seperti Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Kota Banjar memiliki potensi terjadi hujan lebat secara lokal.
Rabu (18 Maret):
- Hujan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan muncul di daerah Subang, Cirebon, Indramayu, dan Kuningan.
Jumat (20 Maret):
- Wilayah Sumedang, Subang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis akan mengalami potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
- Sabtu (21 Maret):
- Prediksi hujan lebat berpotensi terjadi di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
BMKG juga mencatat bahwa selama sepekan sebelumnya, beberapa daerah di Jawa Barat sudah mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem. Wilayah tersebut meliputi Bogor, Bekasi, Kota Depok, Karawang, Cianjur, Purwakarta, Subang, Kabupaten Bandung, Sukabumi, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Faktor Meteorologi Pendukung Hujan Lebat
Dari segi meteorologi, suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia memicu peningkatan uap air di atmosfer. Kondisi ini didukung oleh gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di sekitar Jawa Barat, sehingga meningkatkan kelembapan udara. Selain itu, labilitas atmosfer dengan kategori mulai dari sedang hingga kuat memudahkan terjadinya pembentukan awan konvektif secara lokal.
Menurut Retno Kartika, ketiga faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan potensi hujan deras dan berpotensi mengakibatkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat menimbulkan risiko banjir dan angin kencang. Pemantauan kondisi cuaca dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi selama periode hujan intens ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.tempo.co








