BPH Migas Pantau Ketat Pasokan BBM Jawa Timur Hingga Pelabuhan Ketapang, Kesiapan Arus Mudik Idulfitri Teruji

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan langsung terhadap simpul utama distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Monitoring mencakup area strategis mulai dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda, Surabaya hingga Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa stok avtur di AFT Juanda telah dipastikan mencukupi hingga selama 24 hari. Kesiapan tersebut diambil guna mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi avtur sebesar 2-4 persen yang biasanya terjadi di periode mudik. "Stok avtur aman dan distribusi berjalan lancar," ujar Wahyudi.

Monitoring di Sejumlah Titik Strategis

Selain AFT Juanda, BPH Migas juga memantau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang ruas tol dan non-tol di Pasuruan, Jember, dan Situbondo. Pengamatan di SPBU rest area ruas Tol Pasuruan menunjukkan terjadi peningkatan konsumsi Biosolar sekitar 20 persen. Kenaikan ini dipicu adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang nonsembako mulai H-7 Idulfitri. Sedangkan konsumsi Pertalite relatif stabil tanpa peningkatan signifikan.

Pada hari yang sama di Jember, BPH Migas memberikan bimbingan teknis tentang penerbitan Surat Rekomendasi (Surkom) bagi pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. Wahyudi memuji langkah Pemkab Jember yang aktif mengelola regulasi pendistribusian BBM bagi sektor usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi, dan pelayanan publik.

Tidak hanya itu, BPH Migas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU di jalur alternatif Jember. Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan potensi penyalahgunaan BBM subsidi sehingga unit SPBU tersebut disegel. Proses penyelidikan sedang dilakukan aparat hukum. Wahyudi memastikan bahwa alokasi BBM dari SPBU yang disegel telah dialihkan ke SPBU terdekat untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Penguatan Ketersediaan Stok BBM di Integrated Terminal Tanjung Wangi

Peninjauan juga dilakukan ke Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi. Stok BBM di terminal ini dipastikan mencukupi untuk kebutuhan lebih dari 30 hari. Distribusi BBM secara optimal dilakukan melalui mobil tangki ke berbagai wilayah di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Pertamina Patra Niaga menyiapkan 17 mobil kantong khusus untuk wilayah Jatimbalinus, dan lima titik mobil kantong di jalur Pantura dari Banyuwangi sampai Surabaya.

Wahyudi menggarisbawahi pentingnya kesiapan ini agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik mendapat layanan BBM yang aman dan tidak mengalami kekurangan. Ia juga mengapresiasi peran Pertamina Patra Niaga dalam menjaga distribusi guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik.

Distribusi BBM untuk Transportasi Laut di Pelabuhan Ketapang

Pemantauan juga mencakup Pelabuhan Ketapang yang menjadi jalur penyeberangan menuju Gilimanuk, Bali. Pemerintah, melalui Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, telah memprioritaskan penyediaan BBM untuk pelayanan kapal ferry PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP). Persiapan mobil tangki khusus siap digunakan untuk mengisi ulang stok BBM di ASDP.

Direktur SDM dan Layanan Korporasi PT ASDP, Ardhi Ekapaty, menyampaikan apresiasi atas pengaturan kuota BBM dari BPH Migas. Dia menginformasikan bahwa pemakaian BBM selama arus mudik dan balik sudah berjalan dengan baik hingga saat ini.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menambahkan bahwa penguatan stok energi dan berbagai langkah antisipasi sudah dipersiapkan untuk menyokong kelancaran distribusi BBM selama masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri. Salah satu tantangan yang diantisipasi adalah antrean kendaraan di area penyeberangan, sehingga diperlukan dukungan marshal untuk mengatur jalur antrian agar distribusi BBM tidak terganggu.

Tindakan pemantauan, pengaturan stok, serta penataan distribusi BBM ini menunjukkan kesiapan pemerintah dan pihak terkait dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri. Dengan ketersediaan BBM yang cukup dan distribusi yang terorganisir, harapannya kebutuhan energi masyarakat wilayah Jawa Timur dan sekitarnya dapat terpenuhi secara optimal tanpa hambatan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.bphmigas.go.id
Exit mobile version