Wagub Jateng Lepas 1.142 Pemudik Bandung, Harapan dan Seleksi Ketat Demi Keselamatan Bersama

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas keberangkatan 1.142 pemudik dari Bandung menuju berbagai daerah di Jawa Tengah dalam program Mudik Gratis 2026. Acara pelepasan berlangsung di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara Bandung pada Senin lalu dan menggunakan armada 23 bus.

Para pemudik yang diberangkatkan berasal dari Bandung, Cimahi, dan sekitarnya. Armada bus itu mengantarkan warga menuju sejumlah tujuan di Jateng, antara lain Cilacap, Kebumen, Klaten, Sukoharjo, Banjarnegara, Tegal, Grobogan, Demak, serta Wonogiri. Keselamatan selama perjalanan menjadi prioritas utama yang ditegaskan oleh Wagub.

Taj Yasin memastikan seluruh kru armada telah melewati pemeriksaan ketat sebelum mengangkut penumpang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan layanan prima di terminal-terminal tujuan dengan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Spelling. Selain itu, akses internet gratis juga disediakan untuk mendukung kenyamanan para pemudik.

Antusiasme warga Jateng yang tinggal di perantauan sangat tinggi dalam mengikuti program mudik gratis ini. Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jateng Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengatakan jumlah yang berminat mencapai 2.356 orang, dua kali lipat dari kuota yang disediakan sehingga panitia harus menerapkan seleksi ketat.

Seleksi ini memprioritaskan masyarakat dengan latar belakang ekonomi tertentu, seperti pedagang kaki lima, pemegang SKTM, buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Pendekatan ini dibuat agar bantuan mudik gratis tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.

Dari total pemudik yang diberangkatkan, peserta terbanyak berasal dari Cilacap dengan 339 orang, diikuti Sukoharjo sebanyak 150 orang dan Banjarnegara 98 orang. Program Mudik Gratis ini merupakan pelaksanaan kelima kali untuk perantau asal Jawa Tengah di wilayah Bandung Raya.

Sejak pertama kali digelar pada 2022 dengan hanya tiga unit bus, program ini terus mengalami peningkatan jumlah armada dan peserta tiap tahunnya. Program ini memberi kemudahan dan dukungan logistik kepada warga yang hendak kembali ke kampung halaman selama masa mudik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com

Terkait