Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran. Upaya ini dilakukan agar risiko bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan selama periode arus mudik dan mudik Lebaran 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa tahap awal OMC menggunakan pesawat PK-SCJ dengan wilayah sasaran di kawasan timur dan selatan Jawa Timur. Daerah yang ditargetkan antara lain Situbondo, Jember, Banyuwangi, Tuban, serta Mojokerto.
Pelaksanaan Modifikasi Cuaca
Pada hari pertama, OMC dilakukan sebanyak tiga sortie dengan total penyebaran bahan semai sebanyak 2.800 kilogram Calcium Oxide (CaO). Durasi total jam terbang mencapai 5 jam 20 menit. Penerbangan pertama menyemai awan di wilayah Situbondo dan utara Banyuwangi. Sortie kedua fokus pada wilayah Tuban, sedangkan sortie ketiga menargetkan Mojokerto.
Pelaksanaan operasi ini dijalankan sesuai instruksi Gubernur Jawa Timur yang mengamanatkan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi selama masa Lebaran. Tindak lanjut tersebut menjadi strategis mengingat potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Manfaat Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca adalah salah satu mitigasi bencana dengan cara menambah curah hujan pada area tertentu. Dengan proses penyemaian awan, diharapkan muncul hujan yang merata sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir atau kekeringan berkepanjangan.
Selain itu, langkah ini mengantisipasi gangguan cuaca ekstrim yang biasa terjadi menjelang musim peralihan. Cuaca ekstrem dapat berdampak pada keselamatan perjalanan pemudik dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
BPBD Jatim dan BMKG Juanda terus memantau perkembangan cuaca secara intensif. Mereka siap melakukan operasi modifikasi cuaca lanjutan bila situasi menunjukkan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.
Kegiatan modifikasi cuaca ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi tantangan cuaca di Jawa Timur. Sinergi antar lembaga menjadi kunci penting agar Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.jpnn.com






