Perum Bulog Jawa Tengah memastikan stok beras di wilayahnya cukup untuk mendukung program bantuan pangan hingga Maret ini. Kepala Bulog Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, menyampaikan bahwa cadangan beras saat ini mencapai 372 ribu ton, yang setara dengan kebutuhan untuk program tersebut.
Cadangan beras sebesar itu dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 5 juta penerima manfaat bantuan pangan. Selain beras, Bulog juga menyediakan stok minyak goreng sebanyak 2,7 juta liter yang akan disalurkan dalam program yang sama.
Sri Muniati menegaskan bahwa meski beras digunakan untuk program bantuan pangan, ketersediaan stok di Jawa Tengah tetap aman dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Hal ini didukung oleh penyerapan gabah dari petani yang mencapai 3.500 ton per hari.
Penyerapan gabah secara konsisten setiap hari tersebut mempercepat pengisian kembali persediaan beras di Bulog. Sri Muniati juga mengimbau masyarakat tidak panik dalam menghadapi ketersediaan pangan menjelang Lebaran, sebab suplai tetap terjaga.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Bulog terus mengadakan program gerakan pangan murah. Program ini bertujuan mengendalikan harga di pasar agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Stok dan Penyerapan Beras di Jawa Tengah
- Cadangan beras di Bulog Jawa Tengah: 372 ribu ton
- Kebutuhan beras untuk program bantuan pangan: 101,4 ribu ton
- Jumlah penerima manfaat program bantuan pangan: sekitar 5 juta orang
- Stok minyak goreng yang tersedia: 2,7 juta liter
- Penyerapan gabah petani harian: 3.500 ton
Dengan stok yang memadai serta penyerapan gabah yang terus berlangsung, Bulog Jawa Tengah optimistis dapat memenuhi seluruh kebutuhan pangan masyarakat dan program bantuan hingga masa mendatang. Ini menjadi ikhtiar pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang program sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com