Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan kompensasi khusus bagi para penyapu koin yang biasa beraktivitas di jalur Pantura saat arus mudik dan balik Lebaran. Langkah ini diambil untuk menghentikan aktivitas mereka demi kelancaran lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi di sepanjang bahu jalan nasional.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan kompensasi bagi para penyapu koin yang bersedia menghentikan kegiatan tersebut selama 12 hari, yakni enam hari sebelum dan enam hari setelah Lebaran. “Pemprov Jabar akan memberikan kompensasi,” ujar Dedi dalam sebuah keterangan resmi. Kebijakan ini merupakan bentuk pendekatan persuasif yang diharapkan dapat menggantikan penghasilan para penyapu koin selama periode tersebut.
Kompensasi Rp50 Ribu per Hari
Sebagai pengganti penghasilan yang hilang akibat tidak beraktivitas di jalan, Pemprov Jabar menyiapkan dana kompensasi sebesar Rp50 ribu per orang per hari. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Ade Afriandi, menjelaskan bahwa kompensasi tersebut diberikan selama 12 hari penuh. "Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50 ribu per orang per hari, dikali 12 hari," ujar Ade.
Menurut data awal, terdapat setidaknya 159 penyapu koin yang beroperasi di dua titik utama, yaitu Desa Sukra di Indramayu dan Desa Karanganyar di Subang. Namun, jumlah tersebut berpotensi bertambah karena banyak penyapu koin musiman yang datang dari wilayah lain. Oleh sebab itu, pemerintah daerah melakukan verifikasi faktual untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Syarat dan Pengawasan Penyaluran
Salah satu syarat mutlak penerima kompensasi adalah agar hanya orang tua yang dapat menerima bantuan, sementara anak-anak dilarang ikut dalam aktivitas menyapu koin. Gubernur Dedi juga mengingatkan agar anak-anak tidak dilibatkan dalam pekerjaan tersebut demi mengurangi risiko kecelakaan. “Saya minta (anak-anak) pulang, tinggal di rumah,” tegasnya.
Pelaksanaan penyaluran kompensasi ini diprioritaskan agar segera terealisasi sebelum puncak arus mudik. Pemerintah daerah pun bergerak cepat agar bantuan dapat diserahkan kepada penyapu koin pada sore hari sebelum peningkatan volume kendaraan terjadi. Upaya ini juga bagian dari langkah strategis untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan lancar di jalur Pantura.
Mengurangi Risiko Bahaya di Jalan
Kebijakan menghentikan aktivitas menyapu koin di bahu jalan nasional berangkat dari kekhawatiran akan bahaya baik bagi pengendara maupun para penyapu itu sendiri. Jalan Pantura terkenal rawan kecelakaan terutama saat musim mudik karena tingkat kerawanan tinggi akibat aktivitas di pinggir jalan.
Dengan kompensasi dan pendekatan persuasif yang humanis, Pemprov Jabar berusaha menyeimbangkan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat dengan upaya keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Upaya ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kesejahteraan penyapu koin sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.detik.com