Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meningkatkan ukhuwah dengan silaturahmi ke para ulama menjelang Idul Fitri. Kegiatan ini dilakukan di dua pesantren besar di Kabupaten Jombang, yaitu Pesantren Tebuireng dan Pesantren Tambakberas.
Tradisi sowan ke ulama bukan hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga bagian dari budaya khas Jawa Timur yang sarat makna spiritual. Khofifah menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan untuk memohon doa demi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi wilayah Jawa Timur.
Gubernur menegaskan bahwa momentum menjelang Lebaran sangat pas untuk menguatkan persaudaraan dan menegakkan nilai-nilai Islam yang menekankan saling memaafkan. Ia berharap tradisi ini terus dipelihara sebagai warisan budaya sekaligus pembentuk karakter generasi muda dalam menjunjung tinggi akhlak mulia.
Di Pesantren Tebuireng, Khofifah disambut hangat oleh KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur sekaligus pengasuh pondok. Kunjungan dilanjutkan dengan ziarah ke makam tokoh besar seperti Hadratusy Syeikh KH M. Hasyim Asy’ary dan mantan Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid, dengan doa khusyuk serta tabur bunga sebagai tanda penghormatan.
Di Ponpes Tambakberas, Gubernur bertemu dengan Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, tokoh nyai sepuh sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Silaturahmi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemimpin daerah dan para ulama untuk menjaga nilai-nilai keagamaan dan budaya.
Khofifah menambahkan bahwa generasi muda harus dibiasakan dengan kebiasaan baik seperti silaturahmi ke ulama agar menjadi uswatun hasanah dalam pembinaan akhlak dan praktik ibadah sehari-hari. Momentum Idul Fitri menjadi saat strategis untuk memperkokoh rasa cinta tanah air melalui ukhuwah dan kegiatan keagamaan yang menyatukan umat.
Rangkaian silaturahmi ini juga mengandung makna wasilah ngalap berkah yang secara kultural melekat pada tradisi pesantren. Hal ini menjadi panggilan untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur sebagai modal sosial menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Jawa Timur.
Berikut ringkasan tujuan dan makna silaturahmi gubernur dengan ulama:
1. Mempererat hubungan antara pemerintah dan tokoh agama di Jawa Timur.
2. Memohon doa agar daerah selalu diberkahi dan berkembang.
3. Melestarikan tradisi budaya dan keagamaan khas pesantren.
4. Menanamkan akhlak mulia pada generasi muda melalui contoh ulama.
5. Menguatkan semangat persaudaraan menjelang Hari Raya.
Silaturahmi yang dilakukan Khofifah di Pesantren Tebuireng dan Tambakberas menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah menjalin sinergi bersama ulama demi kemaslahatan umat dan kemajuan Jawa Timur ke depan. Tradisi ini diharapkan terus hidup lestari dan menjadi momentum membangun karakter bangsa.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: news.republika.co.id






