Unjuk rasa ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Barat di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, berakhir damai. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka di depan gedung dewan.
Suasana aksi juga sempat diwarnai orasi dan teatrikal menggunakan replika alat hukuman pasung sebagai simbol tuntutan. Di lapangan, mahasiswa mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30 WIB.
Tujuh tuntutan utama BEM SI Jabar
Dalam aksi tersebut, BEM SI membawa tujuh tuntutan utama. Isinya antara lain stabilisasi nilai tukar rupiah, penurunan harga BBM, serta evaluasi terhadap program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis.
Tuntutan itu disuarakan melalui orasi selama aksi berlangsung. Mahasiswa kemudian membubarkan diri setelah rangkaian penyampaian aspirasi selesai.
Apresiasi dari Kapolda Jabar
Usai massa meninggalkan lokasi, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memberikan apresiasi atas kedewasaan mahasiswa. Ia menilai aksi berjalan dengan menjaga ketertiban umum.
“Alhamdulillah sebagaimana kita saksikan, adik-adik telah menyampaikan aspirasi, melakukan orasi-orasi terkait beberapa hal tadi sudah diikuti bersama,” ucap Rudi saat ditemui seusai pengamanan demo di Gedung DPRD Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026).
Rudi menjelaskan, pengamanan aksi dilakukan oleh aparat gabungan dari Polri dan TNI. Kehadiran petugas ikut mengawal jalannya demonstrasi hingga massa membubarkan diri dengan tertib.
Source: jabar.jpnn.com






