Sebanyak 28 lokasi di Jawa Timur telah disiapkan sebagai titik rukyatulhilal guna menentukan awal Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan pemantauan hilal ini dilakukan sebagai upaya verifikasi posisi bulan baru yang menjadi penentu waktu Lebaran.
Titik pengamatan tersebar di berbagai daerah dengan mempertimbangkan faktor geografis dan visibilitas horizon agar hasil rukyat akurat. Kementerian Agama menetapkan lokasi-lokasi strategis untuk memaksimalkan pantauan tersebut.
Distribusi Lokasi Rukyatulhilal di Jawa Timur
Beberapa lokasi utama yang menjadi titik pemantauan antara lain Hotel Santika Blitar lantai 9, Pantai Srau di Pacitan, Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi, serta Desa Banyuurip Tuban. Penentuan tempat ini mempertimbangkan ketinggian dan cakupan pandangan ke horizon.
Selain itu, pemantauan hilal juga dilakukan di pondok pesantren seperti Al Basyariyyah Madiun, serta rooftop BPR Bank Jombang. Bukit Cindro Dipo Gresik dan AWR TNI AU Pandanwangi Lumajang juga termasuk dalam daftar titik pengamatan.
Wilayah Blitar tak ketinggalan dengan dua lokasi yakni RS Ngudi Waluyo Wlingi lantai 7 dan Bukit Banjarsari. Sementara itu, di Jember dan sekitarnya, titik pemantauan berada di Mercusuar Pantai Puger dan Pantai Taneros.
Lokasi pemantauan lain yang dipilih adalah:
- Pelabuhan Taddan Camplong Sampang
- Bukit Kerek Indah Ngawi
- Kantor Bupati Malang lantai 9
- Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso
- Masjid Agung Darussalam Mojokerto
Beberapa daerah pesisir juga menjadi titik rukyat, termasuk Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Gebang Bangkalan, Pelabuhan Kalbut Situbondo, dan Pelabuhan Branta Pamekasan. Penyebaran titik ini mempermudah pengamatan dari berbagai sisi wilayah.
Peran Lembaga Pendidikan dan Pesantren
Tidak hanya pemerintah daerah dan fasilitas publik, sejumlah lembaga pendidikan serta pesantren juga menjadi pusat pemantauan hilal. Contohnya adalah Balai Rukyah Ibnu Syatir Ponorogo, Ponpes Al-Amin Putri Mojokerto, MAN 3 Kediri, dan Ponpes Dalwa.
Selain itu, di wilayah industri dan medis turut dilibatkan, misalnya di RSI Siti Hajar Sidoarjo lantai 10 dan Bukit Wonocolo Bojonegoro yang juga menyiapkan titik pemantauan hilal.
Hasil rukyatulhilal dari seluruh titik observasi tersebut akan menjadi bahan utama dalam penetapan awal Syawal yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Proses ini memastikan bahwa penentuan tanggal Lebaran sesuai dengan metode astronomi dan syariat Islam.
Dengan pemantauan yang tersebar luas dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, wilayah Jawa Timur menunjukkan komitmen dalam menjalankan ibadah Ramadan dan Lebaran secara tepat waktu. Pengamatan hilal secara akurat juga menegaskan harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan tradisi keagamaan.









