Polres Situbondo Tangkap Empat Anak Jalanan Pelaku Pemalakan, Polisi Bergerak Cepat Amankan Warga

Polres Situbondo Amankan Empat Anak Jalanan Diduga Melakukan Pemalakan

Unit Patroli Perintis Presisi dari Satuan Samapta Polres Situbondo berhasil mengamankan empat anak jalanan yang diduga melakukan pemalakan terhadap pengguna jalan. Kejadian ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa terganggu dan terancam akibat ulah para pemuda tersebut saat beraktivitas di sekitar lampu merah Kecamatan Panji.

Kasat Samapta Polres Situbondo, Iptu Rachman Fadli Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi pengaduan melalui layanan darurat 110 pada Rabu malam. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap keempat anak jalanan di titik hotspot yang sering mereka gunakan sebagai lokasi pemalakan.

Keempat pemuda yang diamankan terdiri dari tiga anak dewasa dan satu remaja di bawah umur. Mereka adalah PN (21) dan FP (19) yang berasal dari Desa Kotakan, K (19) dari Kelurahan Mimbaan Kecamatan Situbondo, serta I (16), seorang pelajar asal Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso. Keempatnya mengakui perbuatannya saat diperiksa di tempat kejadian.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga hasil pemerasan terhadap para pengguna jalan tersebut. Barang bukti ini ikut dibawa ke Polres Situbondo untuk proses penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian menegaskan tindakan tegas ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan di wilayah setempat.

Iptu Rachman memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang cepat melaporkan kejadian ini sehingga penanganan dapat dilakukan secara sigap. Ia menghimbau masyarakat untuk segera menghubungi hotline Polri di nomor 110 jika mengalami gangguan keamanan, tindak kejahatan, atau membutuhkan bantuan polisi. Layanan tersebut bebas pulsa dan selalu siap memberikan respons cepat.

Penanganan kasus pemalakan oleh anak jalanan ini menunjukkan komitmen Polres Situbondo dalam menjaga ketertiban umum dan memberantas aksi kriminalitas yang mengancam keselamatan warga. Ke depan, upaya preventif dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat diharapkan semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com
Exit mobile version