Lonjakan wisatawan diprediksi mencapai 6 juta orang yang akan menyerbu destinasi wisata di Jawa Tengah selama libur Lebaran. Angka ini muncul dari besarnya arus mudik yang mencapai sekitar 17,3 juta orang kembali ke kampung halaman di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyatakan angka ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi sektor pariwisata daerah. Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah guna menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Persiapan dan Koordinasi Pemerintah
Pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi, dan instansi terkait dalam persiapan menyambut lonjakan wisatawan. Fokus utama diarahkan pada kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, dan pelayanan umum bagi para pelancong.
Beberapa lokasi wisata unggulan mendapat perhatian khusus agar tidak terjadi kepadatan berlebihan dan menjaga pengalaman wisata yang menyenangkan. Sistem pengaturan arus pengunjung menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Destinasi Unggulan yang Diprediksi Ramai
Beberapa destinasi utama di Jawa Tengah yang diprediksi menjadi tujuan favorit selama libur Lebaran meliputi:
- Kawasan Solo Raya, termasuk Tawangmangu di Karanganyar dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.
- Masjid Sheikh Zayed di Surakarta yang juga menjadi magnet wisata religi.
- Dieng di Wonosobo yang menawarkan atraksi balon udara khas Lebaran.
- Kawasan religi di Demak dan Kudus yang ramai oleh para peziarah.
- Wisata pantai di Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri yang mendapat perhatian pengamanan ekstra.
Ancaman cuaca buruk seperti hujan dan angin kencang di kawasan pantai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Posko Lebaran bersama instansi terkait dipersiapkan untuk menjaga keselamatan pengunjung di daerah tersebut.
Peran Desa Wisata dan Upaya Pengelola
Selain destinasi utama, desa wisata juga menjadi pilihan favorit untuk rekreasi keluarga. Pengelola desa wisata diharapkan menjamin kebersihan, keamanan, serta kesiapan fasilitas pendukung demi kenyamanan wisatawan.
Hanung Triyono mengimbau wisatawan agar aktif menjaga ketertiban dan kebersihan selama berkunjung. "Objek wisata ini milik bersama. Mari dijaga agar semua wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik," ujarnya.
Kesiapan Guci Forest Menyambut Pengunjung
Guci Forest di Kabupaten Tegal menjadi contoh kesiapan pengelola dalam menghadapi lonjakan wisatawan. Manager Marketing Guci Forest, Umi Baini, mengungkapkan berbagai fasilitas sudah diperbaiki dan ditingkatkan.
Wahana wisata yang disediakan antara lain hotel, vila, glamping, area camping, pemandian air panas, dan wisata jeep offroad. Area parkir dan kolam pemandian juga direnovasi, serta papan peringatan dipasang di titik rawan untuk keselamatan pengunjung.
Selain fasilitas, informasi darurat dan nomor kontak disiapkan untuk membantu pengunjung yang membutuhkan bantuan. Selama libur Lebaran, Guci Forest diperkirakan dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan per hari selama hampir satu minggu penuh.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis dapat mengelola lonjakan wisatawan secara efektif. Selain meningkatkan pelayanan, diharapkan sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan selama musim libur Lebaran ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.akurat.co








