Harga Daging Sapi dan Telur Melonjak, Apa Dampak Nyata di Meja Makan Kita?

Harga bahan pangan di Jawa Timur mengalami kenaikan pada sebagian besar komoditas utama yang memengaruhi kebutuhan pokok masyarakat. Data terbaru dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) mencatat bahwa harga daging sapi dan telur ayam ras mengalami tren kenaikan meski dalam persentase yang relatif kecil.

Pada Jumat malam pukul 18.05 WIB, harga daging sapi bagian paha belakang tercatat naik sebesar 0,31 persen menjadi Rp125.579 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga di pasar daging sapi yang bisa berdampak pada konsumen kelas menengah ke bawah. Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen menjadi Rp29.618 per kilogram, yang mencerminkan meningkatnya permintaan atau terbatasnya pasokan telur di wilayah tersebut.

Kenaikan Harga Komoditas Lainnya

Selain daging sapi dan telur, beberapa komoditas pangan lain juga menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Cabai merah keriting mencatat lonjakan harga paling tinggi sebesar 1,46 persen, atau naik Rp521 menjadi Rp36.250 per kilogram. Demikian pula cabai merah besar naik 1,25 persen menjadi Rp39.057 per kilogram. Kenaikan harga cabai ini dapat berkontribusi pada inflasi komoditas pangan di Jawa Timur.

Komoditas lain yang naik harganya termasuk beras premium yang bertambah tipis sebesar 0,01 persen menjadi Rp14.666 per kilogram, beras medium naik 0,03 persen menjadi Rp12.960 per kilogram. Bawang merah pun mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen menjadi Rp35.978 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih honan justru turun tipis 0,06 persen menjadi Rp30.367 per kilogram.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Beberapa faktor yang dapat mendorong kenaikan harga daging sapi dan telur ayam antara lain kenaikan biaya produksi, fluktuasi pasokan terkait cuaca dan distribusi, serta permintaan yang meningkat menjelang momen tertentu. Pelaku pasar dan peternak juga menghadapi tantangan dalam menjaga kestabilan stok dan kualitas produk, terutama menjelang musim panen dan permintaan tinggi.

Kenaikan harga gula pasir curah sebesar 0,18 persen menjadi Rp16.833 per kilogram juga mengindikasikan tekanan pada bahan pokok selain protein hewani. Harga minyak goreng sawit kemasan premium naik 0,13 persen menjadi Rp20.318 per liter, sementara minyak goreng sawit curah hanya naik sedikit 0,02 persen menjadi Rp18.560 per liter.

Data Harga Bahan Pangan di Jawa Timur

Berikut rincian harga beberapa bahan pangan utama di Jawa Timur pada data terbaru SP2KP Kemendag:

  1. Daging Sapi Paha Belakang: Rp125.579 per kg (naik 0,31%)
  2. Telur Ayam Ras: Rp29.618 per kg (naik 0,16%)
  3. Daging Ayam Ras: Rp41.149 per kg (naik 0,92%)
  4. Cabai Rawit Merah: Rp83.110 per kg (turun 0,13%)
  5. Cabai Merah Besar: Rp39.057 per kg (naik 1,25%)
  6. Cabai Merah Keriting: Rp36.250 per kg (naik 1,46%)
  7. Bawang Merah: Rp35.978 per kg (naik 0,09%)
  8. Bawang Putih Honan: Rp30.367 per kg (turun 0,06%)
  9. Minyak Goreng Sawit Kemasan Premium: Rp20.318 per liter (naik 0,13%)
  10. Minyak Goreng Sawit Curah: Rp18.560 per liter (naik 0,02%)
  11. Gula Pasir Curah: Rp16.833 per kg (naik 0,18%)
  12. Beras Premium: Rp14.666 per kg (naik 0,01%)
  13. Beras Medium: Rp12.960 per kg (naik 0,03%)
  14. Kedelai Impor: Rp12.060 per kg (tetap)
  15. Tepung Terigu: Rp11.671 per kg (tetap)

Dampak Kenaikan Harga pada Konsumen

Kenaikan harga pangan, terutama pada komoditas daging sapi dan telur, dapat mengganggu daya beli masyarakat. Konsumen berpotensi mengurangi konsumsi protein hewani dan beralih ke bahan pangan alternatif yang lebih terjangkau. Kenaikan harga ini juga dapat memicu pengawasan pemerintah terkait kestabilan harga dan distribusi pangan guna mencegah inflasi lebih tinggi.

Pemerintah melalui Kemendag terus memantau perkembangan harga di pasar guna menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pokok. Data pemantauan harga secara real time ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mengambil kebijakan yang tepat bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gejolak harga yang merugikan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: databoks.katadata.co.id
Exit mobile version