Gubernur Jateng Sowan Dua Kiai Jelang Idul Fitri, Langkah Strategis Merajut Harmoni Umat

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan silahturahmi kepada dua pengasuh pondok pesantren di wilayah Demak menjelang perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan ulama sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan dan mendukung stabilitas sosial di Jawa Tengah.

Pada Jumat, 20 Maret, Gubernur Ahmad Luthfi sowan ke Pondok Pesantren Girikusumo yang diasuh oleh KH Munif Muhammad Zuhri. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan membahas berbagai hal terkait persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri serta peran pesantren dalam mendukung program pemerintah.

Selain menjalin komunikasi dengan tokoh kiai, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberagaman di Jawa Tengah harus dipelihara sebagai modal utama dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam kesempatan berbeda, gubernur juga berkunjung ke pondok pesantren lain di Kabupaten Demak. Kegiatan silaturahmi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang selama ini berperan aktif dalam pembinaan moral dan sosial masyarakat.

Berikut rincian kunjungan gubernur ke para ulama menjelang Idul Fitri:

1. Pondok Pesantren Girikusumo, Kabupaten Demak
– Ditemui: KH Munif Muhammad Zuhri
– Pokok pembahasan: Persiapan Idul Fitri dan kontribusi pesantren terhadap pemerintah

2. Pondok Pesantren lainnya di Demak (nama tidak disebutkan)
– Tujuan: Memperkuat hubungan dan toleransi antar umat beragama

Melalui pendekatan personal seperti ini, Gubernur berharap para kiai dan pesantren dapat terus berkontribusi dalam menjaga kedamaian masyarakat Jawa Tengah. Konsolidasi dengan tokoh agama juga menjadi strategi penting menghadapi tantangan sosial dan ekonomi pasca-pandemi.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah provinsi untuk senantiasa menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah tersebut diharapkan semakin meneguhkan peran sentral pesantren sebagai pondasi pembinaan karakter dan pemberdayaan umat menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com

Berita Terkait

Back to top button