Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah kepada para jamaah Salat Ied di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Acara berlangsung pada Sabtu pagi, di mana Gubernur berharap seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak umat Islam untuk senantiasa berada dalam keadaan fitrah dan meraih kemenangan spiritual. Ia juga berdoa agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan dan kebahagiaan, serta dapat bertemu kembali dengan Ramadan pada tahun depan dalam kondisi penuh berkah.
Pelaksanaan Salat Ied dan Silaturahmi
Salat Idulfitri kali ini dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya, KH. Abdul Hamid Abdullah. Setelah ibadah selesai, Gubernur Khofifah melakukan silaturahmi dengan para jamaah putri. Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyapa jamaah putra.
Acara ini menunjukkan pentingnya kebersamaan lintas pemerintahan dan masyarakat dalam merayakan momentum keagamaan yang bermakna. Silaturahmi seperti ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Jawa Timur.
Khutbah Idulfitri dengan Tema Bermakna
Khotib Idulfitri, KH. Ali Aziz, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), mengangkat tema “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver”. Ia menegaskan bahwa Idulfitri sejatinya menjadi momentum bagi manusia untuk menjadi pribadi baru.
KH. Ali Aziz mengingatkan pentingnya pengampunan dosa kepada Allah dan sesama manusia. Ia mengajak jamaah untuk menghapus dendam dan sakit hati agar bisa berjalan dengan hati bersih tanpa rasa sombong dan benci.
Dalam khotbahnya, ia menekankan agar setiap muslim terus memperbaiki diri dengan prinsip STMJ, yaitu “Semakin Tua Semakin Joss.” Joss ini mencakup peningkatan iman, akhlak, serta kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Pesan untuk Menjadi Muslim yang Berdaya Guna
KH. Ali Aziz juga mendorong jamaah untuk mengikuti jejak tokoh besar Islam yang berkontribusi nyata terhadap ilmu dan kemanusiaan, seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, dan K.H Ahmad Dahlan. Tokoh-tokoh tersebut menjadi inspirasi untuk menjadi ilmuwan, ulama, maupun dermawan bagi masyarakat.
Pesan tersebut juga ditujukan bagi pemegang kekuasaan agar memberikan sedekah paling besar melalui kebijakan yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini menjadi tuntutan agar pemimpin terus mengedepankan kebijakan berbasis kemanusiaan dan keadilan.
Acara Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya ini menjadi momentum penting bagi warga Jawa Timur untuk memperkuat ukhuwah dan menghidupkan semangat baru dalam meningkatkan kualitas keimanan serta pengabdian sosial. Gubernur Khofifah hadir sebagai simbol komitmen pemerintah untuk mendukung nilai-nilai keagamaan dan kemajuan daerah.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kominfo.jatimprov.go.id