Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melaporkan bahwa selama arus mudik Lebaran, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah mencapai sekitar 1,37 juta unit. Sementara itu, kendaraan yang keluar dari daerah ini tercatat sekitar 750 ribu unit.
Data tersebut didapatkan hingga Jumat malam saat pantauan arus mudik dan malam takbiran di Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Semarang. Gubernur Luthfi menyatakan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Pantauan Malam Takbiran di Semarang
Pantauan dilakukan bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Sekda Jateng Sumarno, dan perwakilan Forkopimda lainnya. Tim juga melakukan video conference dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk melaporkan kondisi terkini.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi memastikan situasi di Simpanglima, Semarang, relatif aman dan kondusif dengan aktivitas takbiran yang tetap memperhatikan protokol dan koordinasi dengan aparat keamanan.
Pengamanan dan Mitigasi Arus Mudik dan Perayaan Idulfitri
Provinsi Jawa Tengah telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang diikuti oleh kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan. Berbagai mitigasi terkait lalu lintas, infrastruktur jalan, rambu-rambu pendukung, objek wisata, serta kebencanaan telah dilaksanakan.
Harapan utama terkait keamanan dan ketertiban di Jawa Tengah adalah menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Selain itu, pemerintah juga aktif memantau ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan selama masa perayaan Lebaran.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan bahwa 55 lokasi penyelenggaraan malam takbiran di wilayahnya terpantau aman dan tertib. Meski hujan rintik-rintik mengguyur Kota Semarang, situasi tetap terkendali dan pengamanan berjalan lancar.
Apresiasi dari Kapolri
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Forkopimda di Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam mengawal jalannya perayaan Idulfitri yang aman dan tertib.
Kapolri juga menekankan perlunya terus melakukan pemantauan dan koordinasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga dengan kementerian terkait agar pelayanan dan pengamanan semakin optimal.
Jawa Tengah, sebagai salah satu sentral utama mudik di Indonesia, berhasil mengelola arus kendaraan yang masuk dengan efektif. Data peningkatan jumlah kendaraan menggambarkan antusiasme masyarakat dalam tradisi mudik yang tetap terkoordinasi dengan baik oleh pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: lingkar.news