Kejurprov Woodball Jatim Jadi Ajang Seleksi Atlet, 431 Peserta Berebut Tiket Prestasi

Pengprov Ikatan Woodball Indonesia (IWbA) Jawa Timur mulai menggelar Kejuaraan Provinsi I Woodball Jatim sebagai ajang seleksi atlet di Tulungagung. Kejurprov yang berlangsung di Lapangan Pojok Raya pada 3-5 April itu diikuti 431 atlet dari 23 kabupaten dan kota se-Jatim.

Ajang ini menjadi momentum penting bagi pembinaan woodball di Jawa Timur karena sekaligus menjadi ruang unjuk kemampuan para atlet terbaik daerah. Mereka bertanding di nomor Stroke dan Fairway, dua nomor utama yang menuntut akurasi, konsentrasi, dan ketenangan mental.

Seleksi Atlet dan Pembinaan Prestasi

Ketua Pengprov IWbA Jatim, M Ali Kuncoro, menyebut Kejurprov I bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana menjaring bibit unggul. Ia menegaskan bahwa ajang ini disiapkan untuk melahirkan atlet yang bisa bersaing di level nasional hingga internasional.

“Sinergi ini adalah fondasi utama bagi kemajuan Woodball. Kejurprov I ini bukan sekadar seremoni, melainkan kawah candradimuka untuk menjaring bibit unggul yang diproyeksikan mengharumkan nama Jatim di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurut Ali, penyelenggaraan kejurprov juga memperlihatkan keseriusan daerah dalam membangun prestasi woodball secara berkelanjutan. Hal itu penting agar pembinaan tidak berhenti pada level event, tetapi berlanjut ke sistem yang lebih terarah.

Dukungan Daerah dan Tokoh Olahraga

Pembukaan kejurprov turut dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim Hadi Wawan Guntoro serta perwakilan KONI Jatim Akmal Budianto. Hadir juga Ketua Perwosi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak dan jajaran Forkopimda Tulungagung.

Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan dukungan kuat terhadap perkembangan woodball di Jawa Timur. Dukungan tersebut juga memperkuat posisi woodball sebagai cabang olahraga prestasi, bukan hanya olahraga rekreasi.

Pemkab Tulungagung dinilai siap menjadi tuan rumah karena memiliki infrastruktur yang memadai dan dukungan daerah yang tinggi. Kepercayaan itu menjadi dorongan tambahan bagi penyelenggaraan kejurprov agar berjalan lancar dan kompetitif.

Fakta Penting Kejurprov I Woodball Jatim

  1. Digelar di Lapangan Pojok Raya, Tulungagung.
  2. Berlangsung selama tiga hari pada 3-5 April.
  3. Diikuti 431 atlet.
  4. Peserta berasal dari 23 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
  5. Mempertandingkan nomor Stroke dan Fairway.

Dalam pesannya kepada para atlet, Ali menekankan pentingnya sportivitas dan kejujuran sebagai nilai dasar woodball. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal kehormatan saat bertanding.

“Selamat bertanding bagi duta-duta dari 23 daerah. Tunjukkan kemampuan teknis terbaik kalian. Jagalah marwah olahraga ini dengan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan sejati ada pada kehormatan di setiap ayunan mallet di lapangan,” tuturnya.

Woodball sendiri dikenal sebagai olahraga asal Taiwan yang menitikberatkan pada ketepatan pukulan ke arah gawang kecil. Di Jawa Timur, cabang ini mulai berkembang lebih serius seiring meningkatnya partisipasi daerah dan dukungan dari unsur pemerintah serta organisasi olahraga.

Dengan pelaksanaan Kejurprov I, Jawa Timur membuka ruang seleksi yang lebih kompetitif bagi atlet woodball dari berbagai daerah. Selama pertandingan berlangsung, Lapangan Pojok Raya menjadi pusat perhatian pembinaan prestasi woodball Jatim sekaligus tempat lahirnya kandidat atlet yang disiapkan untuk ajang yang lebih besar.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: konijawatimur.co
Exit mobile version