Kepolisian Daerah Jawa Barat mencatat arus mudik Lebaran 2026 yang melintasi wilayahnya mencapai 1.692.528 unit kendaraan selama periode 13–19 Maret. Puncak arus mudik terjadi pada satu hari dengan volume kendaraan mencapai 270.315 unit, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan arus lalu lintas secara umum tetap terkendali meski volume kendaraan meningkat. Kelancaran lalu lintas didukung rekayasa lalu lintas dinamis, antara lain dengan penerapan sistem contra flow sebanyak 22 kali dan pengalihan arus lalu lintas 60 kali selama periode mudik.
Sistem satu arah (one way) juga diberlakukan baik secara nasional maupun lokal untuk mengurai kepadatan. Menurut Rudi, indikator keselamatan selama mudik menunjukkan perbaikan signifikan dengan angka kecelakaan turun 3,23 persen. Korban meninggal dunia berkurang 24,61 persen dan korban luka berat menurun 4,55 persen.
Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, pelanggaran yang tercatat mengalami penurunan drastis hingga 99,18 persen. Ia menilai capaian ini merupakan hasil sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Meski demikian, kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada menjelang arus balik yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemudik diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan dalam keadaan prima saat kembali ke daerah perantauan.
Fakta Penting Arus Mudik Jawa Barat 2026:
- Total kendaraan yang melintas selama 7 hari mencapai 1.692.528 unit.
- Peningkatan volume kendaraan puncak arus mudik sebesar 4,62 persen dibanding tahun lalu.
- Rekayasa lalu lintas meliputi 22 kali contra flow dan 60 kali pengalihan arus.
- Penurunan kecelakaan lalu lintas sebesar 3,23 persen.
- Korban meninggal turun 24,61 persen dan luka berat turun 4,55 persen.
- Pelanggaran lalu lintas turun hingga 99,18 persen.
Penerapan strategi pengendalian lalu lintas yang fleksibel dan koordinasi efektif antar unsur terkait menjadi kunci menekan angka kecelakaan serta pelanggaran selama arus mudik. Hal ini menunjukan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesadaran berlalu lintas masyarakat di Jawa Barat.
Kepolisian terus mengoptimalkan pengamanan dan pengaturan agar arus balik berjalan lancar serta mengurangi risiko kecelakaan. Masyarakat pun diharapkan tetap mematuhi peraturan dan menjaga keselamatan selama perjalanan pulang ke tempat tinggal masing-masing.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kicaunews.com