Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus tepatnya di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengalami kerusakan parah. Beberapa titik jalan tampak mengalami pengelupasan aspal dengan kedalaman kerusakan mencapai lebih dari 10 sentimeter. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kerusakan kendaraan atau bahkan terjatuh.
Warga sekitar menunjukkan rasa kecewa dan geram atas kerusakan yang terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan. Mereka bahkan memasang plang protes dengan tulisan berbahasa Jawa, “Pajak Telat Didendo, Jalan Rusak Dijarno,” yang bermakna keterlambatan membayar pajak dikenakan denda, namun jalan rusak justru dibiarkan. Ketidakseimbangan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan ini sangat dirasakan warga.
Soleh, pengguna sepeda motor yang setiap hari melewati jalan tersebut, menyampaikan keheranannya atas lamanya kerusakan tidak mendapatkan perbaikan. Menurutnya, jalan di Kabupaten Kudus yang menjadi jalur tetangga justru jauh lebih baik serta mulus. Padahal Jepara sendiri memiliki slogan “Jepara Mulus” yang sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan.
Ahmad, seorang pemuda setempat yang pernah mengalami kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak, juga mengkritik sikap pemerintah yang tidak menanggapi masalah ini. Ia menyampaikan, “Saya pernah jatuh di situ. Tapi Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa.” Rasa kesal dan kecewa warga semakin meningkat karena kondisi jalan tersebut kerap menimbulkan risiko kecelakaan.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga sekitar memberi tanda berupa penempatan tempat sampah di titik kerusakan sebagai peringatan bagi pengendara agar waspada ketika melintasi daerah tersebut. Langkah tersebut diambil sebagai usaha minimal agar pengguna jalan mengetahui adanya kerusakan parah yang berbahaya.
Adapun tuntutan utama warga adalah agar pemerintah segera membuka mata dan merespons kondisi jalan secara serius. Mereka berharap perbaikan bisa dilakukan, setidaknya dengan perbaikan darurat terlebih dahulu apabila perbaikan menyeluruh belum memungkinkan. Harapan ini muncul demi keselamatan pengendara sekaligus menunjang mobilitas warga yang sehari-hari menggunakan ruas jalan tersebut.
Dampak Kerusakan Jalan dan Tindakan Warga
- Kerusakan jalan menyebabkan pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan.
- Kerusakan dengan kedalaman lebih dari 10 cm mengakibatkan banyak keluhan dari masyarakat.
- Warga memasang plang protes sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap penanganan pemerintah.
- Penempatan tanda berupa tempat sampah di titik kerusakan untuk memberi peringatan kepada pengendara.
- Keluhan warga mengarah pada permintaan perbaikan darurat hingga perbaikan permanen.
Ruas jalan di Desa Daren menjadi contoh penting mengenai bagaimana infrastruktur daerah harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Selain faktor keselamatan, infrastruktur jalan yang baik juga menjadi bagian vital dalam mendorong pengembangan perekonomian lokal dan kelancaran akses antarwilayah. Pemerintah diharapkan tidak mengabaikan keluhan ini demi kesejahteraan dan keamanan warga Jepara dan sekitarnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: klikfakta.com








