Polda Jawa Timur meningkatkan kesiagaan di 488 titik wisata yang rawan macet dan potensi bencana selama libur panjang Lebaran. Dari jumlah tersebut, 105 lokasi diperkirakan bakal dipenuhi pengunjung yang memanfaatkan waktu untuk rekreasi dan silaturahmi keluarga.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan personel polisi dari berbagai satuan serta instansi lintas sektor telah dikerahkan untuk mengawasi lokasi wisata. Penempatan ini bertujuan mengantisipasi kemacetan dan menjaga keamanan para pengunjung.
Antisipasi Kepadatan dan Keamanan Tempat Wisata
Menurut Jules, pengunjung mulai memadati tempat wisata sejak hari kedua libur Lebaran. Personel kepolisian di lapangan fokus mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Selain itu, mereka juga bertugas mengawasi kelancaran aktivitas di lokasi wisata guna menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Sebelumnya, Polda Jatim sudah melakukan mitigasi dengan mengimbau pengelola tempat wisata untuk memeriksa dan memastikan kelayakan wahana. Langkah ini penting sebagai upaya pencegahan kecelakaan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Kewaspadaan Terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi
Polda Jatim juga secara khusus memantau lokasi wisata yang berisiko terkena bencana hidrometeorologi, seperti longsor dan banjir bandang. Lintas sektor sudah diundang dalam rapat koordinasi untuk menyusun strategi tanggap darurat bersama pengelola baik dari pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Pengunjung yang hendak menuju lokasi alam, seperti puncak dan pantai, diimbau selalu memeriksa kondisi cuaca sebelum berangkat. Prakiraan cuaca yang buruk berpotensi memicu bencana dan berisiko bagi keselamatan wisatawan.
Daerah Rawan Bencana dan Macet di Jawa Timur
Pemantauan Polda Jatim mengidentifikasi sejumlah kawasan wisata potensial bencana, meliputi:
- Kabupaten Probolinggo dan kawasan sekitar Gunung Semeru
- Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu
- Kawasan Pacet di Mojokerto
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan risiko tinggi di daerah-daerah ini. Pada libur Lebaran sebelumnya, beberapa lokasi mengalami longsor dan banjir bandang yang sampai menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, akses jalan rawan longsor kembali terjadi di jalur Ponorogo-Trenggalek pada awal Maret lalu. Longsor di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis hingga menyebabkan penutupan total jalan dan menghambat lalu lintas di kawasan tersebut.
Polda Jatim terus mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu berhati-hati selama beraktivitas di tempat wisata. Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan selama momen libur panjang Lebaran.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: lentera.co