Arus Balik Tol Banyumanik Tembus 2.000 Kendaraan Per Jam, Siap Hadapi Puncak Kemacetan Besok

Arus balik kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Banyumanik pada hari Senin mencatat lonjakan sekitar 2.000 kendaraan per jam. Data tersebut diperoleh dari pantauan yang berlangsung selama 10 jam, yaitu mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.

Menurut Marketing Communication Officer PT Trans Marga Jateng (TMJ), Dian Saputra, total sebanyak 23.127 kendaraan melintas masuk ke tol Semarang-Solo sepanjang periode tersebut. Meski jumlah kendaraan setiap jam bervariasi, namun rata-rata berada di kisaran 2.000 hingga 2.500 kendaraan, dan belum mencapai angka 3.000 kendaraan per jam.

Dominasi Plat Polisi Jabodetabek pada Arus Balik

Sebagian besar kendaraan yang melintas ke arah barat didominasi oleh kendaraan dengan plat nomor dari wilayah Jabodetabek, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kendaraan dari Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang juga masih terlihat, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit.

Memasuki malam hari, terjadi peningkatan kepadatan di GT Banyumanik yang menyebabkan pengemudi perlu memperlambat kecepatan kendaraannya agar tetap aman dalam perjalanan. Kondisi ini memperlihatkan puncak arus balik yang masih dapat meningkat.

Trafik Kendaraan Menuju Solo dan Surabaya Masih Tinggi

Sementara itu, arus kendaraan ke arah Solo dan Surabaya selama periode pengamatan masih terbilang tinggi, mencapai 29.543 kendaraan. Rata-rata jumlah kendaraan yang menuju ke arah Solo atau Surabaya ini adalah sekitar 2.500 sampai 3.000 unit per jam. Angka ini bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan arus balik ke arah Jakarta.

Imbauan untuk Pengguna Jalan Tol

Pihak PT Trans Marga Jateng mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepatuhan ini penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan selama masa arus balik.

Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa arus balik melalui Tol Banyumanik menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Kondisi tersebut menjadi indikator penting bagi pengelola jalan tol dan aparat lalu lintas dalam mengoptimalkan penanganan arus balik musim mudik agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com
Exit mobile version