Pungli Merajalela di Jawa Barat, DPRD Tegaskan Petugas Harus Tindak Tegas Pelaku Agar Wisata Aman dan Nyaman

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mengingatkan pentingnya penindakan tegas terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang tengah marak di berbagai lokasi wisata selama masa libur Lebaran ini. Lonjakan kunjungan wisatawan mendorong peningkatan kewaspadaan, khususnya dari para petugas yang bertugas menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, menegaskan agar petugas siaga tidak hanya fokus pada pengaturan arus wisatawan, tetapi juga aktif mengawasi dan menindak pelaku pungli yang dapat merusak citra pariwisata daerah. Ia menuturkan, “Petugas harus siaga, pastikan wisatawan merasa aman dan nyaman. Jangan sampai ada pungli yang mencoreng citra pariwisata Jawa Barat.”

Praktik pungli yang ditemukan di sejumlah destinasi wisata seperti Puncak, Ciwidey, dan Lembang menjadi perhatian utama karena berpotensi menimbulkan keresahan pada pengunjung. Menurut Iswara, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola wisata, dan masyarakat lokal wajib ditingkatkan demi menciptakan suasana liburan yang tertib dan kondusif.

Selain itu, Iswara mengimbau wisatawan untuk senantiasa waspada terhadap potensi risiko dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Pemantauan ini penting untuk menghindari bahaya longsor, banjir, atau cuaca ekstrem yang sering terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat. Ia menekankan, “Masyarakat harus hati-hati dan mengecek kondisi cuaca. Jangan sampai liburan justru berujung pada hal yang tidak diinginkan.”

DPRD juga mendorong peningkatan kapasitas petugas siaga di titik-titik wisata strategis yang mengalami lonjakan pengunjung. Penanganan yang cepat dan tepat terhadap indikasi pungli maupun gangguan keamanan di lapangan akan memberikan rasa aman bagi wisatawan dan meminimalisasi kerugian materi maupun reputasi.

Berikut adalah beberapa langkah yang disarankan DPRD Jawa Barat untuk menangani pungli dan meningkatkan keamanan wisata:
1. Meningkatkan frekuensi patroli di sejumlah destinasi wisata.
2. Melakukan edukasi bagi petugas agar memahami tanda-tanda praktik pungli.
3. Menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses wisatawan.
4. Memperkuat koordinasi antara aparat penegak hukum dan pengelola wisata.
5. Melibatkan masyarakat lokal sebagai pengawas di lapangan.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan suasana wisata di Jawa Barat dapat tetap kondusif dan bebas dari tindakan pungli yang merugikan. Kondisi ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan dan mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu penyangga ekonomi daerah.

DPRD menyampaikan komitmennya untuk terus memantau situasi di lapangan dan mendorong agar aparat terkait bertindak tegas agar pungli tidak merajalela di masa-masa penting seperti libur Lebaran ini. Pengawasan ketat dan penindakan nyata menjadi kunci utama dalam upaya ini.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: rejabar.republika.co.id

Berita Terkait

Back to top button