Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah mengalami lonjakan signifikan selama libur Lebaran 2026. Kunjungan wisatawan mencapai 687.470 orang, meningkat 5,25% dari periode sama tahun lalu yang sebanyak 653.178 kunjungan.
Data tersebut dikumpulkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah. Kepala Disbudparekraf, Hanung Triyono, menyebutkan bahwa tren positif ini terlihat sejak masa pra-Lebaran hingga arus balik.
Kunjungan Terbanyak di Destinasi Ikonik
Terdapat sembilan lokasi utama yang menjadi indikator pertumbuhan kunjungan. Kota Lama Semarang mencatat angka tertinggi dengan 222.856 pengunjung. Posisi selanjutnya ditempati Masjid Agung Demak sebanyak 124.363 dan Candi Prambanan dengan 94.858 orang.
Destinasi lain seperti Candi Borobudur, Owabong Purbalingga, Baturraden Banyumas, Guci Tegal, Pantai Menganti Kebumen, serta Makam Sunan Kalijaga juga mencatat kenaikan jumlah wisatawan yang signifikan. Lonjakan ini menegaskan bahwa sektor pariwisata di Jateng menjadi primadona selama musim Lebaran.
Perubahan Pola Wisatawan Terhadap Destinasi
Hanung Triyono menerangkan adanya pergeseran preferensi wisatawan dari wisata alam murni ke destinasi urban dan ikon budaya. Fenomena visual tourism menjadi alasan utama perubahan ini, di mana wisatawan lebih tertarik pada destinasi yang menarik untuk dokumentasi media sosial.
Wisatawan kini mengutamakan pengalaman visual yang kuat dengan latar yang khas dan mudah dibagikan. Tren ini mendorong pertumbuhan kunjungan ke lokasi bersejarah dan kawasan kota tua yang memiliki nilai estetik dan kultural.
Dampak Lonjakan Kunjungan Terhadap Pelaku Usaha
Peningkatan kunjungan wisata secara langsung berdampak positif terhadap sektor kuliner dan UMKM lokal. Di jalur strategis Exit Tol Salatiga, pelaku usaha mencatat kenaikan omzet hingga dua kali lipat. Contohnya, Rumah Makan Ayam Goreng Bu Toha cabang Tuntang mengalami peningkatan signifikan sejak arus balik dimulai.
Selain itu, pedagang mie ayam dan bakso di Jalan Raya Semarang-Solo KM 30 melaporkan peningkatan konsumsi bahan baku hingga 25 kilogram per hari, naik drastis dari biasanya 5-7 kilogram. Untuk mempertahankan pelayanan prima, beberapa pelaku usaha bahkan menambah tenaga kerja harian.
Peluang dan Strategi Pemerintah Daerah
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya memaksimalkan peluang ekonomi dari pergerakan jutaan pemudik. Posisi sentral Jawa Tengah di Pulau Jawa menjadi keunggulan strategis yang harus didukung dengan infrastruktur dan layanan UMKM optimal.
Pemerintah daerah memfokuskan pada penyediaan fasilitas dan pelayanan di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik. Tujuannya agar kebutuhan dasar pemudik dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus meningkatkan daya beli dan perputaran ekonomi lokal.
Informasi ini mengindikasikan bahwa momentum Lebaran tidak hanya menjadi waktu berkumpul keluarga, tetapi juga kesempatan besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah. Stakeholder terkait terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas guna menjaga momentum positif tersebut.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: semarang.bisnis.com