Mudik Lebaran Menggairahkan Jateng, Omzet Pedagang Melonjak dan Wisatawan Membludak

Momentum mudik Lebaran kembali menggerakkan ekonomi Jawa Tengah secara nyata. Rumah makan, pedagang kaki lima, kafe, restoran, hingga destinasi wisata di sejumlah daerah mencatat lonjakan transaksi dan kunjungan yang cukup tajam selama arus mudik dan balik.

Di jalur-jalur utama yang dilalui pemudik, peningkatan omzet terlihat langsung dari ramainya kendaraan luar daerah dan padatnya area parkir. Aktivitas belanja, makan, dan wisata ikut terdorong karena jutaan orang bergerak melintasi provinsi ini selama libur panjang.

Omzet pedagang kuliner naik tajam di jalur mudik

Sapta Aprilia, pengelola RM Ayam Goreng Bu Toha cabang Tuntang, mengatakan lonjakan pengunjung pada Lebaran tahun ini terasa sangat besar. Rumah makan yang berada di jalur strategis Exit Tol Salatiga, Jalan Tingkir Raya, nyaris tidak pernah sepi sejak arus balik dimulai.

“Peningkatannya bisa dibilang drastis, ada kalau 100 persen. Kalau hari biasa omzet di angka Rp 2 juta sampai Rp3 juta, libur Lebaran ini bisa tembus Rp5 juta lebih per hari,” kata Sapta saat ditemui, Kamis, 26 Maret 2026.

Untuk menjaga pelayanan, Sapta menambah dua pegawai harian di luar tiga pekerja tetap. Langkah itu diperlukan agar pesanan tetap cepat terlayani di tengah tingginya arus pelanggan yang datang silih berganti.

Fenomena serupa juga terjadi pada pedagang mie ayam dan bakso di Jalan Raya Semarang–Solo KM 30, Tuntang, Kabupaten Semarang. Harnanto mengatakan permintaan melonjak sejak H+1 Lebaran dan membuat stok bahan makanan cepat habis.

  1. Hari biasa, mie yang terjual sekitar 5 sampai 7 kilogram per hari.
  2. Saat musim Lebaran, konsumsi mie bisa naik hingga 25 kilogram per hari.
  3. Persediaan bakso juga terus ditambah karena permintaan datang tanpa jeda.

“Kalau bakso saya tidak hitung detail karena stoknya banyak, habis ambil lagi, habis ambil lagi,” ujarnya.

Reservasi kelompok dorong kafe dan restoran

Di sektor kafe dan restoran, pola kenaikan pengunjung tidak selalu datang dari kunjungan spontan. Aziz, Manager Reinz Cafe dan Resto di Demak, menyebut lonjakan justru banyak ditopang pemesanan jauh-jauh hari untuk acara halalbihalal dan reuni keluarga.

“Kalau kami sistemnya sudah reservasi dari jauh hari untuk acara halalbihalal atau reuni keluarga. Alhamdulillah, jadwal kami penuh sampai minggu depan,” kata Aziz.

Ia menambahkan, pengunjung walk-in atau yang datang tanpa reservasi justru cenderung melandai. Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu dugaan penyebab, karena sebagian pengunjung memilih menunda makan di luar saat siang panas atau malam hujan.

Kunjungan wisata Jateng ikut terdongkrak

Geliat ekonomi selama Lebaran tidak hanya dirasakan pelaku usaha kuliner. Sektor pariwisata Jawa Tengah juga mencatat peningkatan kunjungan pada periode libur panjang.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah mencatat total kunjungan wisatawan pada periode H-7 hingga H+4 Lebaran mencapai 687.470 kunjungan. Angka itu naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat 653.178 kunjungan.

Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, mengatakan lonjakan itu terlihat di sejumlah destinasi unggulan yang banyak menjadi tujuan keluarga dan pemudik. Sejumlah lokasi yang dipantau antara lain Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, Pantai Menganti, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, dan Candi Prambanan.

Destinasi favorit pemudik dan wisatawan

Pemerintah daerah menilai arus mudik memberi efek ekonomi yang luas karena pemudik tidak hanya pulang kampung, tetapi juga berbelanja dan berwisata. Pergerakan itu membuat uang berputar lebih cepat di pusat kuliner, titik wisata, hingga kawasan strategis di jalur lintasan antar-kota.

Berikut sejumlah sektor yang paling terlihat terdorong selama periode libur Lebaran:

Sektor Dampak yang Terlihat
Rumah makan Omzet naik hingga dua kali lipat
Pedagang mie ayam dan bakso Penjualan bahan baku meningkat tajam
Kafe dan restoran Jadwal reservasi penuh untuk acara keluarga
Pariwisata Kunjungan wisatawan naik 5,25 persen

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen telah menekankan sejak awal bahwa arus mudik harus dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi daerah. Pemerintah provinsi juga menyiapkan infrastruktur dan dukungan untuk UMKM di titik-titik strategis agar kebutuhan pemudik tetap terlayani.

“Jawa Tengah itu sentralnya Jawa. Kami siapkan infrastruktur hingga UMKM di tempat strategis agar kebutuhan dasar pemudik terlayani. Silakan belanjakan uang saku di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Dengan lonjakan omzet pedagang dan pertumbuhan kunjungan wisata yang sama-sama menguat, Lebaran kembali menunjukkan perannya sebagai momentum penting bagi ekonomi Jawa Tengah, terutama di sektor kuliner, jasa, dan destinasi rekreasi yang berada di jalur pergerakan pemudik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.akurat.co

Berita Terkait

Back to top button