Arus mudik dan balik Lebaran mendorong geliat ekonomi di Jawa Tengah, terutama di jalur-jalur ramai seperti Exit Tol Salatiga hingga koridor Semarang-Solo. Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM terlihat meningkat karena banyak pemudik berhenti untuk makan, beristirahat, sekaligus berbelanja.
Dampak itu terasa di warung makan, pedagang kaki lima, restoran, hingga sektor wisata yang ikut kebanjiran pengunjung. Data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah menunjukkan pergerakan wisatawan juga naik selama periode libur Lebaran.
Lonjakan omzet di jalur mudik
Sejumlah pelaku usaha mengaku menerima lonjakan permintaan yang cukup tajam selama masa libur Lebaran. Salah satunya rumah makan ayam goreng di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang, yang mencatat kenaikan omzet hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Pengelola rumah makan, Sapta Aprilia, mengatakan pendapatan hariannya biasanya berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta. Saat Lebaran, omzetnya bisa menembus Rp5 juta per hari atau lebih karena arus kendaraan yang padat di sekitar lokasi usahanya.
Kepadatan itu juga terlihat dari area parkir yang penuh kendaraan berpelat luar daerah. Untuk menjaga pelayanan tetap cepat, pengelola menambah dua tenaga kerja harian selama periode libur.
Permintaan makanan ikut melonjak
Kondisi serupa dialami pedagang mie ayam dan bakso di jalur Semarang-Solo wilayah Tuntang. Dalam hari biasa, kebutuhan mie yang digunakan hanya sekitar 5–7 kilogram per hari.
Saat musim Lebaran, kebutuhan itu naik tajam hingga 25 kilogram per hari. Lonjakan tersebut menunjukkan tingginya perputaran konsumsi di titik-titik persinggahan pemudik yang menjadi kantong belanja sementara selama perjalanan.
Berikut gambaran sederhana perubahan kebutuhan bahan baku di sejumlah usaha kuliner:
| Jenis usaha | Kondisi biasa | Saat Lebaran |
|---|---|---|
| Rumah makan ayam goreng | Rp2 juta-Rp3 juta per hari | Rp5 juta lebih per hari |
| Pedagang mie ayam dan bakso | 5–7 kg mie per hari | 25 kg mie per hari |
Kafe dan restoran manfaatkan reservasi keluarga
Tak semua usaha kuliner mengandalkan pelanggan yang datang langsung. Di Demak, sektor kafe dan restoran justru banyak menerima pesanan untuk agenda halalbihalal dan reuni keluarga yang sudah dipesan dari jauh hari.
Manager Reinz Cafe dan Resto di Demak, Aziz, menyebut jadwal reservasi sudah penuh sampai minggu depan. Meski begitu, kunjungan spontan atau walk-in disebut cenderung menurun, yang diduga dipengaruhi cuaca yang tidak menentu.
Pola ini menunjukkan perubahan perilaku konsumsi masyarakat saat libur panjang. Sebagian memilih tempat makan yang pasti dan nyaman untuk berkumpul, sementara sebagian lain tetap mendatangi lokasi yang berada di jalur wisata dan arus mudik.
Kunjungan wisatawan ikut naik
Di sektor pariwisata, Jawa Tengah juga mencatat pertumbuhan kunjungan. Berdasarkan data Disbudparekraf Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan selama periode H-7 hingga H+4 Lebaran mencapai 687.470 kunjungan.
Angka itu naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran sebelumnya yang tercatat 653.178 kunjungan. Kenaikan ini menegaskan bahwa libur Lebaran tidak hanya menggerakkan konsumsi harian, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi di destinasi wisata.
Sejumlah objek wisata unggulan menjadi tujuan utama wisatawan, antara lain:
- Candi Borobudur
- Owabong
- Baturraden
- Guci
- Pantai Menganti
- Kota Lama Semarang
- Masjid Agung Demak
- Makam Sunan Kalijaga
- Candi Prambanan
Dorong pergerakan ekonomi daerah
Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, menilai peningkatan kunjungan itu memperlihatkan peran penting momen Lebaran bagi ekonomi daerah. Menurut dia, konsumsi masyarakat dan sektor pariwisata sama-sama mendapat dorongan ketika mobilitas warga meningkat.
Fenomena itu juga memperlihatkan bahwa jalur mudik bukan sekadar lintasan perjalanan, tetapi menjadi ruang ekonomi yang aktif bagi UMKM, rumah makan, dan pelaku wisata. Dengan arus pemudik dan wisatawan yang tinggi, banyak usaha lokal di Jawa Tengah mendapat tambahan permintaan dalam waktu singkat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.nu.or.id








