Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan sejak Selasa malam berdampak pada 1.148 kepala keluarga di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun bergerak cepat untuk membantu penanganan darurat bersama pemerintah daerah setempat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Rejoso dan memastikan seluruh langkah penanganan dipercepat. Ia menegaskan fokus utama pemerintah adalah keselamatan warga serta pemulihan kondisi permukiman yang masih tergenang.
Respons cepat dari Pemprov Jatim
Khofifah menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara terkoordinasi antara BPBD Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Pasuruan. Sejumlah langkah darurat sudah dijalankan di lapangan untuk membantu warga yang terdampak genangan air.
Langkah itu mencakup asesmen cepat, pendistribusian logistik, penyediaan tenda pengungsian, dan pengerahan perahu untuk mobilitas warga di titik-titik yang sulit diakses. Pemerintah juga menyiapkan dukungan kebutuhan dasar bagi warga yang harus bertahan di lokasi aman.
Kondisi banjir di Rejoso
Saat meninjau Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Khofifah menjelaskan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dan luapan anak sungai. Kondisi geografis wilayah juga membuat air lebih mudah menggenangi permukiman.
Situasi di beberapa titik membuat air sulit segera surut karena tinggi muka air sungai masih sejajar dengan genangan di kawasan rumah warga. Akibatnya, aliran air tidak lancar dan harus menunggu debit sungai turun agar genangan bisa berkurang.
Langkah penanganan di lokasi
Pemprov Jatim bersama Pemkab Pasuruan menyiapkan 10 pompa air untuk mempercepat pengurangan genangan. Namun, efektivitas pompa belum optimal karena kondisi sungai masih belum memungkinkan air dialirkan maksimal.
Selain pompa, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan lain untuk kebutuhan mendesak warga terdampak. Fokus utama saat ini masih pada penyelamatan warga, pengungsian bila diperlukan, dan pemenuhan logistik harian.
Berikut rangkaian penanganan yang sudah dilakukan di lapangan:
- Asesmen wilayah terdampak dan jumlah warga terdampak.
- Distribusi logistik untuk kebutuhan darurat.
- Penyediaan tenda pengungsian bagi warga yang membutuhkan.
- Pengerahan perahu untuk akses warga di lokasi tergenang.
- Operasional 10 pompa air untuk menurunkan genangan.
Dampak bagi warga
Banjir yang datang sejak malam hari membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian akses jalan tidak bisa dilalui normal. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mempercepat penanganan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Data sementara menunjukkan 1.148 KK terdampak dalam peristiwa banjir ini, sehingga pemantauan lapangan terus dilakukan. Pemerintah meminta warga tetap waspada karena curah hujan tinggi dan kondisi sungai masih menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan banjir di Pasuruan.
