Polisi Siapkan One Way Lokal di Tol Trans Jawa, Arus Balik Ditahan di Titik Kritis

Ditlantas Polda Jawa Tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas satu arah lokal di Tol Trans Jawa ruas Semarang-Solo hingga GT Kalikangkung. Skema ini disiapkan secara situasional saat puncak arus balik Lebaran gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret, dengan keputusan menyesuaikan kepadatan kendaraan di lapangan.

Langkah itu muncul karena arus kendaraan dari arah Jawa Tengah bagian selatan dan DI Yogyakarta mulai menguat di jalur tol tersebut. Di sejumlah titik, kendaraan roda empat tampak melaju perlahan, sehingga kepolisian menyiagakan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik kembali menuju wilayah barat.

Rekayasa lalu lintas dilakukan bertahap

Skema satu arah lokal tidak diberlakukan secara otomatis, melainkan mengikuti kondisi kepadatan yang terpantau petugas. Pola ini memberi ruang bagi kepolisian untuk bergerak cepat saat volume kendaraan meningkat di ruas Semarang-Solo menuju Kalikangkung.

Pengaturan semacam ini juga bertujuan mencegah penumpukan di titik rawan perlambatan. Dengan mekanisme yang fleksibel, arus balik diharapkan tetap mengalir tanpa memicu antrean panjang di ruas tol utama.

Fokus pengendalian di jalur penghubung arus balik

Tol Trans Jawa menjadi jalur utama bagi pemudik yang kembali dari arah selatan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kepadatan di ruas ini biasanya meningkat saat banyak kendaraan masuk bersamaan dari berbagai simpul perjalanan menuju Semarang dan sekitarnya.

Berikut poin penting dari skema yang disiapkan petugas:

  1. Rekayasa satu arah lokal diterapkan di ruas Semarang-Solo.
  2. Penerapan berlangsung hingga GT Kalikangkung.
  3. Keputusan bersifat situasional sesuai kepadatan arus.
  4. Fokus utama ada pada kelancaran arus balik gelombang kedua.

Kondisi lalu lintas dipantau ketat

Petugas di lapangan memantau pergerakan kendaraan dari arah timur menuju barat untuk menentukan waktu penerapan rekayasa. Jika arus tetap padat, pengaturan bisa diperluas agar distribusi kendaraan lebih merata di sepanjang koridor tol.

Kehadiran rekayasa lalu lintas ini juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada masa arus balik Lebaran. Pada situasi seperti ini, kepolisian biasanya mengombinasikan pengaturan buka-tutup, pengalihan arus, dan rekayasa satu arah agar kapasitas jalan bisa dimanfaatkan lebih optimal.

Jalur padat dari selatan Jawa Tengah dan Yogyakarta

Foto di lapangan menunjukkan dominasi kendaraan pribadi yang datang dari wilayah selatan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kecepatan kendaraan yang melambat di Jembatan Lemahireng I, Km 441B, menjadi salah satu indikator bahwa volume lalu lintas sedang meningkat tajam.

Kondisi tersebut membuat rekayasa menjadi penting untuk mengurangi risiko perlambatan beruntun. Dengan pengaturan yang tepat, arus balik diharapkan tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu perjalanan pengguna jalan lain yang melintas di Tol Trans Jawa.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com

Berita Terkait

Back to top button