Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memulihkan akses utama menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang. Jalur itu juga menjadi penghubung antardesa hingga ke wilayah Kabupaten Pasuruan, sehingga kerusakan jembatan berdampak langsung pada mobilitas warga dan aktivitas wisata.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris menegaskan akses tersebut sangat vital karena tidak hanya melayani wisatawan, tetapi juga digunakan masyarakat untuk aktivitas harian. Ia menyampaikan hal itu usai meninjau lokasi jembatan ambruk bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra, dan Camat Lumbang Budi Utomo.
Langkah awal penanganan
Pemkab Probolinggo menyiapkan penanganan jangka pendek agar konektivitas warga tidak terputus terlalu lama. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan jembatan sementara, dengan target agar kendaraan roda empat masih bisa melintas secara bergantian.
Berikut prioritas penanganan yang disampaikan pemerintah daerah:
- Memulihkan akses darurat untuk warga dan wisatawan.
- Menyiapkan jembatan sementara sebagai jalur alternatif.
- Mendorong pembangunan jembatan permanen melalui perubahan anggaran.
Haris menyebut pembangunan jembatan permanen tidak bisa dilakukan seketika karena harus melalui tahapan administratif dan penganggaran. Karena itu, Pemkab Probolinggo akan mengupayakan realisasi lewat perubahan anggaran atau PAK agar pekerjaan bisa dipercepat.
Kerusakan dipicu cuaca ekstrem
Kerusakan jembatan di jalur Madakaripura terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ambruknya jembatan itu membuat akses menuju air terjun dan beberapa desa di sekitarnya terputus.
Bupati Haris mengatakan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang cukup besar di Kabupaten Probolinggo. Menurut data yang ia sebutkan, terdapat sekitar 28 jembatan yang terdampak, termasuk jalur menuju Air Terjun Madakaripura.
Ia juga menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk itu bukan jembatan murni, melainkan saluran air lama yang telah mengalami keausan. Kondisi usia bangunan yang tua membuat struktur itu rentan rusak saat diguyur hujan deras.
Dampak pada warga dan wisata
Terputusnya akses ke Madakaripura tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga pada mobilitas warga antardesa. Jalur tersebut selama ini dipakai masyarakat untuk aktivitas ekonomi, layanan harian, dan perjalanan menuju wilayah tetangga di Pasuruan.
Pemkab Probolinggo menilai pemulihan akses harus menjadi prioritas agar aktivitas warga kembali berjalan normal. Pemerintah daerah juga meminta masyarakat tetap menjaga semangat kebersamaan sambil menunggu penanganan darurat selesai dilakukan.
Haris menambahkan, peninjauan lapangan dilakukan langsung setelah dirinya menempuh perjalanan hampir lima jam dari luar kota. Langkah itu ditempuh untuk memastikan kondisi jembatan yang ambruk dan menentukan penanganan paling cepat bagi warga terdampak.
Jalur sementara yang disiapkan pemerintah daerah menjadi fokus utama agar akses menuju Air Terjun Madakaripura tidak terputus berkepanjangan, sembari proses administratif pembangunan permanen berjalan. Pemkab Probolinggo menempatkan pemulihan konektivitas sebagai kebutuhan mendesak bagi warga desa dan sektor wisata di Kecamatan Lumbang.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com








