Arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat dinilai berjalan cukup baik meski kepadatan lalu lintas masih muncul di sejumlah titik, termasuk wilayah Cirebon. Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyebut pengaturan lalu lintas yang dilakukan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sudah membantu menjaga kelancaran perjalanan pemudik.
Pengaturan lalu lintas dinilai berjalan maksimal
Daddy mengatakan petugas telah bekerja maksimal selama masa mudik dan balik Lebaran. Ia menilai kepadatan yang masih terjadi merupakan dinamika tahunan yang hampir selalu muncul saat volume kendaraan meningkat tajam.
“Secara umum saya kira aparat kepolisian dan kawan-kawan Dishub, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sudah bekerja maksimal,” kata Daddy saat dikonfirmasi di Cirebon, Minggu.
Kepadatan di beberapa ruas jalan, menurut dia, tidak lepas dari tingginya jumlah kendaraan yang melintas. Jawa Barat memiliki populasi yang besar, sehingga pergerakan masyarakat pada periode Lebaran ikut mendorong lonjakan arus kendaraan di jalan utama.
Jumlah penduduk besar memicu volume kendaraan tinggi
Daddy menjelaskan jumlah penduduk Jawa Barat mencapai sekitar 51 juta jiwa. Dengan jumlah sebesar itu, kata dia, meski hanya sebagian masyarakat yang mudik, beban lalu lintas tetap sangat besar di jalur arteri maupun tol.
Ia menyebut kendaraan pemudik juga beragam, mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi. Kondisi ini membuat kemacetan di sejumlah titik menjadi konsekuensi yang sulit dihindari saat puncak arus mudik dan balik berlangsung.
Berikut faktor yang disebut ikut memengaruhi kepadatan lalu lintas di Jawa Barat:
- Jumlah penduduk yang sangat besar.
- Tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
- Banyaknya kendaraan pribadi dan sepeda motor.
- Penumpukan kendaraan di ruas jalan tertentu.
- Perlambatan arus akibat kondisi jalan yang padat.
BBM tetap perlu dijaga selama perjalanan
Selain soal pengaturan lalu lintas, Daddy juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak selama masa mudik. Ia menilai kebutuhan BBM biasanya meningkat ketika kendaraan terjebak macet dalam waktu lama di jalur perjalanan.
Ia berharap distribusi pasokan BBM di ruas arteri maupun tol tetap lancar agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Menurut dia, pasokan BBM harus diperhatikan bersamaan dengan upaya pengendalian lalu lintas agar perjalanan pemudik tetap aman dan tertib.
“Dalam kemacetan, selain konsumsi BBM meningkat, pasokan juga pasti terjebak macet pula,” ujarnya.
Dinamika tahunan yang perlu diantisipasi
Kondisi ramai di jalur mudik Jawa Barat disebut sebagai bagian dari pola tahunan yang selalu muncul setiap Lebaran. Di wilayah seperti Cirebon, pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah kerap menambah beban jalan dan membuat petugas harus bekerja ekstra.
Meski masih terjadi kepadatan, penilaian bahwa pengelolaan arus mudik dan balik berjalan cukup baik menunjukkan koordinasi antarlembaga masih berfungsi. Situasi ini juga menegaskan pentingnya antisipasi pada titik rawan macet, distribusi BBM, dan kesiapan petugas di lapangan selama masa perjalanan Lebaran.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jabar.antaranews.com






