Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyebut angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur naik 78 persen selama periode mudik dan balik Lebaran. Dari pantauan kepolisian, lonjakan itu terjadi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang tercatat naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan saat pemantauan arus balik di jalur Pantura Situbondo, ketika pengamanan pasca-Operasi Ketupat Semeru tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD. Polisi menilai pengawasan di jalur arteri, tol, dan kawasan wisata masih perlu dilakukan karena arus balik susulan masih bergerak.
Pantauan di Jalur Pantura Situbondo
Kapolda Jatim bersama Pejabat Utama Polda Jatim turun langsung memantau kondisi lalu lintas dari darat dan udara. Kegiatan itu juga melibatkan Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie yang mendampingi rombongan selama pengecekan lapangan.
Selain memantau arus kendaraan, rombongan juga meninjau kawasan wisata pantai Utama Raya di Kecamatan Banyuglugur. Kehadiran petugas di titik wisata dilakukan untuk memastikan keamanan pengunjung yang masih menikmati sisa masa libur bersama keluarga.
Di sela kegiatan, Kapolda Jatim dan jajaran juga menyapa warga yang berada di lokasi wisata. Mereka membagikan snack dan mainan kepada anak-anak yang sedang berlibur, sebagai bagian dari pendekatan pelayanan humanis kepada masyarakat.
Operasi berakhir, pengawasan tetap diteruskan
AKBP Bayu menjelaskan bahwa Operasi Ketupat secara nasional telah berakhir pada 25 Maret pukul 24.00 WIB. Namun, Polri langsung melanjutkannya dengan KRYD pada 26 hingga 29 Maret untuk mengantisipasi arus balik susulan.
Fokus pengamanan tetap diarahkan ke jalur arteri, jalan tol, dan lokasi wisata yang berpotensi ramai. Langkah ini diambil agar situasi pasca-Lebaran tetap kondusif dan tidak memunculkan gangguan keselamatan pengguna jalan.
Berikut titik fokus pengawasan yang ditekankan kepolisian:
- Jalur arteri yang masih padat kendaraan.
- Ruas tol yang menjadi pilihan utama pemudik.
- Kawasan wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.
- Pos pelayanan dan pos terpadu untuk tempat istirahat pengendara.
Toleransi infrastruktur baru bantu kelancaran
Nanang menyebut arus kendaraan sejauh ini masih terpantau lancar. Ia menilai difungsikannya pintu tol Prosiwangi di Situbondo Barat memberi dampak besar dalam mengurai kepadatan selama arus mudik dan balik.
Menurut Kapolda Jatim, sisa pergerakan arus balik diperkirakan tinggal sekitar 30 persen. Kondisi itu dinilai terjadi karena masyarakat sudah diimbau untuk tidak pulang pada waktu yang sama.
Peningkatan arus kendaraan memang memberi tekanan pada pengawasan lalu lintas di lapangan. Namun, polisi menilai koordinasi di jalur Pantura dan dukungan infrastruktur baru cukup membantu mencegah penumpukan besar di satu titik.
Angka kecelakaan jadi perhatian utama
Lonjakan kecelakaan menjadi sorotan serius setelah mobilitas masyarakat naik 18 persen selama masa mudik dan balik. Data Polda Jatim menyebut terdapat 750 kasus kecelakaan di Jawa Timur, atau naik 78 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan itu menunjukkan bahwa peningkatan pergerakan warga belum sepenuhnya diiringi dengan perilaku berkendara yang aman. Kondisi jalan yang ramai, kelelahan pengendara, dan dorongan untuk segera tiba di tujuan menjadi faktor yang kerap memperbesar risiko di lapangan.
Kapolda Jatim menegaskan masyarakat perlu lebih disiplin dalam menjaga keselamatan. Ia mengingatkan pengendara roda dua dan roda empat agar tidak memaksakan diri saat tubuh mulai lelah.
Beberapa imbauan keselamatan yang kembali ditekankan polisi adalah:
- Patuhi rambu dan aturan lalu lintas.
- Jangan memaksakan diri saat mengantuk atau lelah.
- Gunakan pos pelayanan dan pos terpadu untuk beristirahat.
- Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melanjutkan perjalanan.
Wisata dan arus balik masih dipantau
Pantauan di kawasan wisata juga menjadi bagian penting dari pengamanan pasca-Lebaran di Jawa Timur. Polisi ingin memastikan arus pengunjung tidak memicu kepadatan baru di jalur utama yang dilalui pemudik dan wisatawan.
Situasi di Situbondo menunjukkan pengawasan lalu lintas tidak hanya berfokus pada kendaraan pemudik, tetapi juga pergerakan masyarakat yang memanfaatkan libur panjang ke tempat wisata. Karena itu, kepolisian tetap menempatkan personel di sejumlah titik rawan untuk menjaga kelancaran perjalanan dan menekan risiko kecelakaan di sepanjang Pantura.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: harianbhirawa.co.id