Bank Jatim menyebut transaksi digital menjadi faktor utama yang mendorong laba bersih perseroan mencapai Rp 1,54 triliun. Raihan itu tumbuh 20,65 persen dibandingkan periode sebelumnya, meski penyaluran kredit hanya naik secara konservatif.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan strategi digital membantu perseroan memperoleh dana murah dan menekan biaya dana. Ia menyampaikan hal itu di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin (30/3/2026).
Digital jadi penggerak dana murah
Bank Jatim melihat pertumbuhan laba tidak hanya bertumpu pada ekspansi kredit. Perseroan juga mengandalkan peningkatan transaksi untuk memperbesar penghimpunan dana murah.
Winardi menjelaskan bahwa penguatan pendapatan dilakukan lewat kombinasi antara pertumbuhan transaksi, perolehan dana murah, dan efisiensi biaya. Dalam penjelasannya, digital dan teknologi menjadi kunci untuk mendorong aktivitas transaksi yang lebih besar.
Kredit tumbuh, tetapi tetap konservatif
Di sisi pembiayaan, Bank Jatim mencatat penyaluran kredit Bank Only sebesar Rp 67,24 triliun. Angka itu tumbuh 4,98 persen secara tahunan dan dinilai masih berada dalam koridor konservatif.
Komposisi kredit perseroan juga tetap bergerak positif di dua lini utama. Kredit konsumer mencapai Rp 36,54 triliun atau naik 6,20 persen, sedangkan kredit produktif tercatat Rp 30,7 triliun dan tumbuh 3,55 persen.
Fokus pada transaksi banking dan ekosistem
Pada tahun ini, Bank Jatim menaruh perhatian besar pada penetrasi dana murah melalui pendekatan transaction banking. Perseroan juga memakai strategi berbasis ekosistem bisnis untuk memperluas basis dana dan menambah jumlah nasabah.
Langkah itu terlihat dari kinerja dana pihak ketiga yang semakin kuat. Giro Bank Jatim naik 12,5 persen secara tahunan menjadi Rp 21,4 triliun, yang menjadi salah satu sumber pendanaan berbiaya rendah bagi bank daerah tersebut.
Kinerja nasabah ikut meningkat
Selain dana, jumlah nasabah juga menunjukkan pertumbuhan. Bank Jatim mencatat peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64 persen secara tahunan, dengan total nasabah dana pihak ketiga mencapai 10.915.749.
Data tersebut menunjukkan bahwa strategi digital tidak hanya memperbesar transaksi, tetapi juga memperluas basis pengguna layanan. Dalam kondisi seperti ini, transaksi yang aktif membantu bank menjaga pertumbuhan laba tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pertumbuhan kredit yang agresif.
Rincian kinerja Bank Jatim
- Laba bersih: Rp 1,54 triliun
- Pertumbuhan laba: 20,65 persen
- Kredit Bank Only: Rp 67,24 triliun
- Pertumbuhan kredit: 4,98 persen
- Kredit konsumer: Rp 36,54 triliun
- Kredit produktif: Rp 30,7 triliun
- Giro: Rp 21,4 triliun
- Pertumbuhan giro: 12,5 persen
- Jumlah nasabah DPK: 10.915.749
Bank Jatim menilai kombinasi transaksi digital, penghimpunan dana murah, dan pengelolaan biaya menjadi penopang utama laba di tengah pertumbuhan kredit yang tetap dijaga secara hati-hati. Strategi ini juga menjadi dasar perseroan untuk menjaga kinerja pendapatan bunga dan memperluas layanan di wilayah Jawa Timur.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suarasurabaya.net