Pengurus Provinsi Persatuan Squash Seluruh Indonesia (PSI) Jawa Timur langsung memusatkan perhatian pada pembinaan atlet setelah cabang olahraga squash dipastikan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII. Kepastian itu membuat PSI Jatim bergerak cepat menyiapkan langkah teknis agar peluang meraih prestasi tidak terbuang.
Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif, menyebut kepastian tersebut didapat setelah audiensi dengan KONI Pusat. Ia menegaskan bahwa squash sudah masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON XXII setelah sebelumnya sempat berada dalam posisi rawan karena belum berstatus cabang Olimpiade.
Langsung Susun Program Pembinaan
PSI Jatim kini menempatkan pembinaan atlet sebagai prioritas utama. Salah satu agenda yang disiapkan adalah menggelar kejuaraan untuk menjaring bibit baru sekaligus memperluas basis atlet yang bisa diproyeksikan ke level nasional.
Langkah ini juga diarahkan untuk menjaga regenerasi atlet. Di sisi lain, PSI Jatim tetap ingin mempertahankan capaian dua atlet peraih medali perak pada PON XXI di Sumatera Utara.
Berikut fokus awal PSI Jatim dalam persiapan menuju PON XXII:
- Menggelar kejuaraan untuk pencarian atlet potensial.
- Menjaga performa atlet peraih medali pada PON sebelumnya.
- Menyusun program pembinaan jangka menengah.
- Memetakan kekuatan lawan di tingkat nasional.
Keterbatasan Lapangan Masih Jadi Kendala
Selain pembinaan atlet, PSI Jatim juga menyoroti kebutuhan infrastruktur latihan. Keterbatasan lapangan selama ini menjadi hambatan utama dalam mengembangkan potensi atlet squash secara maksimal.
Syaiful menyampaikan bahwa PSI Jatim sudah berdiskusi dengan Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof Nurhasan, untuk menyiapkan fasilitas di lingkungan kampus. Menurut dia, Unesa memiliki sarana olahraga yang memadai untuk mendukung pusat pembinaan atlet squash.
KONI Jatim Minta Persiapan Dipercepat
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, meminta PSI Jatim tidak menunggu terlalu lama dalam menyusun langkah persiapan. Ia menekankan pentingnya perekrutan atlet, pemantauan kekuatan lawan, dan penyusunan program yang lebih terarah.
Nabil juga berharap Jawa Timur bisa tampil di semua nomor pertandingan yang diperlombakan. Dengan waktu persiapan yang masih panjang, ia menilai peluang untuk bersaing di squash tetap terbuka lebar.
Kepastian squash tampil di PON XXII memberi ruang bagi Jawa Timur untuk menyusun peta jalan prestasi lebih dini. Dengan dukungan fasilitas, pembinaan yang konsisten, dan pemantauan atlet sejak sekarang, PSI Jatim memiliki kesempatan untuk masuk ke arena persaingan nasional dengan persiapan yang lebih matang.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: konijawatimur.co