Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mengapresiasi program mudik Lebaran dan balik rantau gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini dinilai membantu masyarakat perantau, terutama yang berada di wilayah Jabodetabek, untuk pulang kampung dan kembali ke tempat kerja dengan biaya yang lebih ringan.
Heri menyebut program tersebut memberi manfaat langsung bagi warga yang kerap menghadapi beban biaya perjalanan saat arus mudik dan balik Lebaran. Menurut dia, kehadiran pemerintah dalam layanan ini menunjukkan perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat perantau.
Dukungan untuk perantau Jateng
Program balik rantau gratis yang disiapkan Pemprov Jateng tahun ini menyediakan 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang. Selain itu, program juga menyiapkan empat gerbong kereta api yang dapat mengangkut 320 penumpang.
Seluruh armada yang digunakan telah menjalani pemeriksaan kelayakan kendaraan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan peserta selama perjalanan.
Heri menilai fasilitas transportasi gratis tersebut tidak hanya meringankan ongkos perjalanan, tetapi juga memberi rasa aman bagi para peserta. Ia menyebut layanan seperti ini cocok diteruskan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang bekerja di luar daerah.
Rincian layanan balik rantau gratis
Berikut data utama program balik rantau gratis Pemprov Jawa Tengah:
- 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang.
- Empat gerbong kereta api dengan kapasitas 320 penumpang.
- Pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan.
- Sasaran utama masyarakat perantau, khususnya dari wilayah Jabodetabek.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Di tengah tingginya kebutuhan perjalanan pada periode tersebut, layanan gratis seperti ini dinilai sangat membantu warga yang ingin tetap pulang tanpa terbebani biaya besar.
Harapan agar program berlanjut
Heri berharap program mudik dan balik rantau gratis bisa terus digelar setiap tahun. Ia menilai manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat dan layak menjadi agenda rutin Pemprov Jateng.
Selain soal transportasi, Heri juga mengingatkan para perantau asal Jawa Tengah untuk menjaga nama baik daerah di tempat bekerja. Ia menekankan pentingnya menunjukkan sikap profesional dan dedikasi sebagai bagian dari representasi masyarakat Jawa Tengah di mana pun berada.
Program mudik dan balik rantau gratis menjadi salah satu bentuk layanan sosial yang mendapat perhatian publik karena menyentuh kebutuhan warga secara langsung, terutama mereka yang harus menempuh perjalanan jarak jauh untuk bertemu keluarga lalu kembali bekerja.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: indoraya.news