Tiga Tanggul Jebol di Sungai Tuntang, Demak Kembali Dilanda Banjir dan Warga Dievakuasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mencatat tiga titik tanggul jebol di sepanjang aliran Sungai Tuntang yang memicu banjir di sejumlah desa di Kecamatan Guntur. Dua titik jebol terjadi di Desa Trimulyo dan satu titik jebol di Desa Sidoharjo, sehingga air meluap ke permukiman warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak Suprapto mengatakan dampak banjir berpotensi meluas seiring debit air yang terus meningkat. Petugas bersama relawan dan warga juga sudah lebih dulu melakukan langkah antisipasi sejak pagi dengan meninggikan tanggul memakai karung plastik berisi bahan galian, namun upaya itu belum mampu menahan tekanan air.

Tiga titik tanggul jebol di Sungai Tuntang

Peristiwa pertama terjadi di Trimulyo sekitar pukul 10.00 WIB, lalu disusul jebolnya tanggul di Sidoharjo pada pukul 12.00 WIB. Kondisi itu membuat warga di sekitar lokasi harus segera mengungsi sementara ke balai desa yang dinilai aman dari genangan.

BPBD Demak mengerahkan empat tim untuk membantu proses evakuasi dan pemantauan di lapangan. Tim juga mengatur penanganan darurat agar warga terdampak tetap mendapat tempat perlindungan, terutama dari ancaman arus air yang masih bergerak di kawasan bantaran sungai.

Warga diminta tetap waspada

Suprapto menyebut pihaknya sudah mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Tuntang agar meningkatkan kewaspadaan sejak debit air mulai naik. Meski sudah ada upaya penguatan tanggul darurat, kondisi lapangan tetap berubah cepat karena tekanan air terus bertambah.

Berikut langkah penanganan yang dilakukan BPBD Demak di lokasi banjir:

  1. Mengerahkan empat tim ke titik terdampak.
  2. Mengevakuasi warga ke balai desa yang aman.
  3. Berkoordinasi dengan relawan dan masyarakat sekitar.
  4. Menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pihak berwenang atas tanggul Sungai Tuntang.

Koordinasi dengan BBWS dinilai penting karena tanggul Sungai Tuntang berada dalam kewenangan lembaga tersebut. Langkah itu diperlukan untuk penanganan jangka pendek sekaligus mengantisipasi jebol susulan jika debit air tetap tinggi.

Riwayat tanggul Tuntang pernah jebol

Kasus ini bukan yang pertama di kawasan Sungai Tuntang. Pada 16 Februari, tanggul di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, juga jebol dan merusak Jalan Kebonagung-Gubug yang menjadi akses penghubung Grobogan-Semarang.

Kerusakan itu sempat memutus jalur transportasi di wilayah tersebut dan memperlihatkan bahwa kawasan bantaran Sungai Tuntang masih rentan saat curah dan debit air meningkat. Kondisi berulang ini membuat penanganan tanggul di Demak menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com
Exit mobile version