Hujan Deras Picu Dua Longsor di Pagerwojo, BPBD Tulungagung Turun Tangani Cepat

BPBD Tulungagung bergerak menangani dua titik longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu. Penanganan dilakukan bersama warga untuk membersihkan material dan mengurangi risiko longsor susulan di area terdampak.

Peristiwa itu terjadi setelah curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah sempat menyelamatkan diri saat kejadian.

Dua titik longsor terpantau di Kradinan

Longsor pertama terjadi di tebing pembuangan tanah uruk milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Dusun Krajan. Material longsor membentang sekitar 100 meter dengan lebar 50 meter, tetapi tidak sampai mengancam permukiman warga.

Longsor kedua terjadi di tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter dan menimpa rumah milik Sugiono. Akibatnya, dinding rumah jebol sepanjang sekitar 4 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Teguh Abianto mengatakan petugas langsung melakukan asesmen di lokasi begitu laporan masuk. Setelah itu, petugas bersama warga membersihkan material longsor dan melakukan penanganan awal di titik rawan.

Langkah mitigasi di lokasi

BPBD juga memasang terpal pada tebing pembuangan tanah uruk untuk menahan resapan air. Langkah ini dilakukan agar air hujan tidak terus masuk ke area tebing dan memicu gerakan tanah susulan.

Teguh menjelaskan bahwa hujan deras dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil menjadi faktor utama longsor di wilayah tersebut. Situasi seperti itu dinilai masih berisiko, terutama di daerah dengan kontur tebing dan lereng curam.

Berikut langkah penanganan yang dilakukan di lokasi:

  1. Melakukan asesmen awal di titik longsor.
  2. Membersihkan material longsor bersama warga.
  3. Memasang terpal pada tebing rawan.
  4. Memantau potensi longsor susulan.
  5. Mengimbau warga tetap waspada saat hujan deras.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan

BPBD Tulungagung mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap tanda-tanda pergerakan tanah saat hujan berintensitas tinggi turun. Peringatan ini terutama berlaku bagi masyarakat yang tinggal di sekitar tebing, lereng, dan area dengan tanah uruk yang mudah jenuh air.

Hingga penanganan dilakukan, situasi di Desa Kradinan masih dipantau petugas untuk mengantisipasi dampak lanjutan. BPBD menyebut kesiapsiagaan warga sangat penting agar potensi bahaya dapat ditangani lebih cepat bila kondisi cuaca kembali memburuk.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com
Exit mobile version