PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke Gardu Induk Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Undaan, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan strategis terhadap operasional jaringan sekaligus memastikan sistem listrik tetap andal untuk pelanggan prioritas dan layanan publik.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan fokus PLN pada penguatan pengendalian lapangan, keselamatan kerja, dan percepatan penyelesaian proyek strategis. Di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat, PLN menempatkan keandalan pasokan sebagai prioritas utama untuk mendukung aktivitas pemerintahan, kesehatan, keamanan, dan ekonomi di kawasan timur Jawa hingga Bali.
Pengawasan langsung di aset vital kelistrikan
Dewan Komisaris PLN yang hadir dalam kunjungan itu terdiri dari Yazid Fanani, Mutanto Juwono, Andi Arief, Bapak Dwi Badarmanto, dan Ali Mundakir. Mereka didampingi Executive Vice President Transmisi Sumatera Jawa Madura dan Bali, Tejo Wihardiyono, beserta jajaran manajemen PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali.
GIS 150 kV Undaan menjadi salah satu titik penting dalam sistem transmisi karena dilengkapi transformator berkapasitas 2 × 60 MVA. Fasilitas ini menyuplai listrik untuk sejumlah pelanggan VIP, termasuk Kantor Gubernur Jawa Timur, POLRESTA Tanjung Perak, RSUD Dr. M. M. Soewandhie, Kantor OJK KR 4 Jawa Timur, Yayasan GBI Mawar Sharon, dan Hotel Platinum Tunjungan.
Arahan komisaris fokus pada keandalan dan keselamatan
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Komisaris memberikan apresiasi atas kinerja PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali dalam menjaga sistem kelistrikan. Pada saat yang sama, komisaris meminta sejumlah hal strategis segera ditindaklanjuti agar seluruh program yang sudah direncanakan bisa selesai tepat sasaran.
Tejo Wihardiyono menegaskan bahwa setiap arahan komisaris akan dikawal sampai tuntas. Ia menyebut seluruh program strategis, terutama yang berhubungan dengan keandalan sistem dan penyelesaian proyek, harus berjalan tepat waktu dan memberi manfaat optimal bagi perusahaan.
Berikut poin utama yang ditekankan dalam pengawasan tersebut:
- Penyelesaian seluruh kegiatan yang sudah direncanakan secara menyeluruh.
- Penerapan keselamatan ketenagalistrikan sebagai hal yang tidak bisa ditawar.
- Penguatan peran PLN dalam menjaga pasokan listrik sebagai bagian dari layanan negara.
- Peningkatan penjualan tenaga listrik secara berkelanjutan sebagai entitas bisnis.
PLN dorong zero accident dan ketepatan proyek
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menyatakan jajarannya siap menindaklanjuti seluruh arahan dengan langkah nyata di lapangan. Ia menekankan fokus utama tetap pada keandalan tanpa gangguan, penguatan K3 dengan prinsip zero accident, dan penyelesaian proyek strategis sesuai jadwal.
PLN menilai pengawasan langsung seperti ini penting untuk menjaga ritme kerja di lapangan tetap disiplin dan terukur. Dengan sistem transmisi yang terus diperkuat, perusahaan berupaya memastikan pasokan listrik aman tersedia bagi pelanggan prioritas maupun kebutuhan publik yang lebih luas.
Dampak bagi layanan publik dan pertumbuhan ekonomi
Keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur dan Bali memegang peran besar dalam mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi. Pasokan listrik yang stabil dibutuhkan untuk operasional kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, layanan keamanan, sektor jasa, hingga aktivitas usaha di wilayah perkotaan.
Melalui penguatan pengawasan, keselamatan kerja, dan penyelesaian proyek strategis, PLN menegaskan posisinya sebagai penyedia listrik yang andal sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga layanan kelistrikan tetap aman, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Jawa Timur hingga Bali.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: infopublik.id








