Pastikan Keandalan Listrik di Tempat Ibadah, Komisaris PLN Tinjau Kesiapan di Masjid Baiturrahman Jawa Tengah
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan di lokasi-lokasi vital, termasuk tempat ibadah, agar aktivitas masyarakat berlangsung lancar tanpa gangguan. Komitmen ini diperkuat melalui kunjungan Komisaris PLN Ali Masykur Musa ke Masjid Raya Baiturrahman di Semarang, Jawa Tengah, untuk meninjau langsung kesiapan listrik pada tempat ibadah tersebut.
Kunjungan ini juga diikuti oleh Direktur Distribusi PLN Arsyadani Ghana Akmalaputri dan General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan PLN diterima oleh Multazam Ahmad, Ketua Bidang Takmir Masjid Raya Baiturrahman yang mengapresiasi perhatian serius PLN terhadap keandalan listrik, terutama selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Multazam menegaskan bahwa listrik yang andal sangat krusial untuk mendukung rangkaian ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan malam takbiran. Ia menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi langkah PLN yang turun langsung memastikan kesiapan kelistrikan. Hal ini membuat jamaah merasa nyaman saat beribadah.”
Komisaris PLN Ali Masykur Musa menyampaikan bahwa masjid merupakan pusat aktivitas masyarakat selama masa Ramadan dan Idul Fitri. PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk, khususnya pada momen puncak seperti malam takbiran.
Ali Masykur menekankan pentingnya kesiapan PLN selama malam takbiran yang menjadi momen kebahagiaan bersama umat Muslim setelah menjalankan ibadah puasa penuh kesungguhan. Ia meminta seluruh jajaran PLN untuk memberikan dukungan penuh agar pasokan listrik stabil tanpa gangguan pada malam tersebut.
Direktur Distribusi PLN Arsyadani Ghana Akmalaputri menjelaskan bahwa untuk menjaga keandalan kelistrikan, PLN menyiapkan sistem pengamanan berlapis. Sistem ini mencakup pasokan listrik utama hingga cadangan, serta penempatan personel yang standby agar listrik tetap tersedia dan andal.
PLN secara nasional telah menentukan masa siaga Ramadan dan Idul Fitri mulai dari tanggal 12 hingga 31 Maret dengan status sistem kelistrikan berada pada kondisi normal. Kapasitas total pembangkit listrik nasional mencapai 53.833 MW dengan proyeksi beban puncak 46.160 MW, sehingga tersedia cadangan daya sebesar 7.673 MW atau 16,6 persen. Pada Hari Raya Idul Fitri, cadangan daya bahkan diproyeksikan meningkat mencapai 48,4 persen.
Untuk kesiapan lapangan, PLN menyiagakan sebanyak 72.053 personel yang didukung dengan 3.700 posko siaga serta peralatan penting seperti 2.005 genset, 773 UPS (Uninterruptible Power Supply), dan 1.349 gardu bergerak guna memastikan kelancaran layanan kelistrikan secara merata.
Di wilayah Jawa Tengah, PLN menempatkan 3.888 personel siaga yang tersebar di titik-titik strategis, termasuk tempat ibadah prioritas untuk menjamin layanan listrik tetap optimal sepanjang masa siaga. General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi menambahkan bahwa berbagai langkah preventif sudah dilakukan, seperti inspeksi jaringan dan pengamanan suplai listrik di objek vital.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan akses layanan kelistrikan selama Ramadan dan Idul Fitri. Dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan sistem pengamanan yang andal, PLN memastikan pasokan listrik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga mendukung kelancaran ibadah dan kebahagiaan perayaan Idul Fitri.
Langkah strategis PLN dalam menjamin keandalan listrik pada Masjid Raya Baiturrahman dan lokasi lain menunjukkan pengawasan intensif yang dilakukan perusahaan dalam mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan. Dalam mengoperasikan sistem kelistrikan nasional yang memiliki cadangan daya cukup tinggi, PLN terus berupaya meminimalisasi risiko pemadaman atau kendala teknis yang dapat mengganggu kenyamanan umat selama momentum penting keagamaan berlangsung.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jogja.antaranews.com








