LKK PWNU Jatim Gandeng RS Siloam Surabaya, Akses Kesehatan Nahdliyin Makin Luas

Upaya memperluas akses kesehatan bagi warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur memasuki tahap baru lewat kerja sama antara Lembaga Kemaslahatan Keluarga PWNU Jawa Timur dan RS Siloam Surabaya. Kemitraan ini diarahkan untuk memberi layanan medis yang lebih mudah dijangkau, terjangkau, dan tetap berkualitas bagi keluarga nahdliyin.

Kesepakatan tersebut diumumkan dalam momentum halalbihalal dan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua LKK PWNU Jatim, Dr HM Isa Anshori, dan perwakilan RS Siloam Surabaya, Niken Syitharini. Langkah ini disebut sebagai bentuk kolaborasi nyata untuk menjawab kebutuhan umat di bidang kesehatan.

Dorong layanan kesehatan yang lebih dekat bagi warga NU

Isa Anshori menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada seremonial. Ia menilai kolaborasi dengan rumah sakit menjadi jalan untuk memastikan keluarga nahdliyin bisa memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih mudah diakses.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan keluarga nahdliyin mendapatkan akses layanan kesehatan terbaik, mulai dari kemudahan berobat, edukasi kesehatan, hingga program promotif dan preventif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kesehatan adalah fondasi penting dalam membangun keluarga yang maslahah. Karena itu, dukungan fasilitas medis modern dari RS Siloam Surabaya diharapkan bisa memperkuat program kemaslahatan yang dijalankan LKK PWNU Jatim.

Komitmen layanan profesional dari RS Siloam Surabaya

Pihak RS Siloam Surabaya menyambut positif kemitraan tersebut. Niken Syitharini menegaskan rumah sakit siap memberi pelayanan profesional dan berkualitas, tidak hanya bagi anggota LKK PWNU Jatim tetapi juga masyarakat luas.

Kerja sama ini diproyeksikan menghadirkan manfaat yang praktis di lapangan. LKK PWNU Jatim dan RS Siloam Surabaya akan mengembangkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat, terutama dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran kesehatan.

Bentuk program yang akan dijalankan

Sejumlah program awal yang disiapkan dalam kerja sama ini antara lain sebagai berikut.

  1. Sosialisasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
  2. Pemeriksaan rutin bagi anggota dan keluarga nahdliyin.
  3. Kemudahan akses layanan unggulan di RS Siloam Surabaya.
  4. Program promotif dan preventif untuk mendorong pola hidup sehat.

Program tersebut diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan layanan kesehatan warga NU dan kapasitas layanan rumah sakit modern. Dengan begitu, akses terhadap layanan medis tidak hanya terbuka saat sakit, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan edukasi dan pencegahan.

Kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar sosial dan spiritual

Rangkaian acara halalbihalal yang menjadi latar penandatanganan MoU juga diisi dengan ceramah oleh KH Muzammil Syafi’i. Pesan yang menguat muncul dari kegiatan itu adalah pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dan sosial dalam kehidupan keluarga.

Kerja sama LKK PWNU Jatim dan RS Siloam Surabaya memperlihatkan bahwa penguatan layanan kesehatan bagi nahdliyin kini mulai bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Dengan dukungan jejaring layanan medis dan program kemaslahatan, akses kesehatan warga NU di Jawa Timur diproyeksikan semakin luas dan lebih siap menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kabarbaik.co

Berita Terkait

Back to top button