Muskerwil III PWNU Jabar Bahas Persiapan Konferwil XIX & Rekomendasi Kebijakan Pesantren

Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-III Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat baru saja digelar di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, Kabupaten Tasikmalaya. Acara ini menjadi agenda utama dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XIX PWNU Jawa Barat.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat demi kelancaran Muskerwil ini. Ia menegaskan bahwa Muskerwil kali ini menjadi pertemuan kerja terakhir pengurus PWNU masa khidmah 2021-2026, sehingga pembahasan mengenai Konferwil XIX sangat krusial.

Pembahasan Utama dan Agenda Kerja

Muskerwil ke-III mengangkat tema "Meneguhkan Soliditas Jam’iyah untuk Memastikan Keberlangsungan Khidmah". KH Juhadi berharap seluruh pengurus dan PCNU se-Jawa Barat dapat tetap solid dan aktif berkhidmah di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan PWNU menjelang muskerwil, seperti ziarah ke makam para Muassis NU di Situbondo dan Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah NU.

Dalam musyawarah ini, Sekretaris PWNU Jawa Barat, KH Aceng Amrullah, memaparkan bahwa pembahasan utama dibagi menjadi empat komisi, yaitu:

  1. Komisi Organisasi
  2. Komisi Program
  3. Komisi Rekomendasi
  4. Komisi Bahtsul Masail (yang terdiri dari tiga bidang: Qanuniyah, Waqi’iyah, dan Maudlu’iyah)

Muskerwil juga fokus pada penyusunan rekomendasi penting bagi Munas-Konbes dan persiapan Konferwil PWNU Jawa Barat. Salah satu pembahasan mendalam adalah penentuan lokasi dan jadwal pelaksanaan Konferwil XIX.

Rekomendasi Internal dan Eksternal bagi Pemerintah

Selain membahas agenda organisasi, Muskerwil juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis. Secara internal, PWNU berupaya memperkuat tata kelola organisasi hingga tingkat MWC dan ranting agar lebih massif dan efektif.

Sementara secara eksternal, PWNU memberikan pandangan dan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Beberapa poin utama rekomendasi tersebut meliputi:

  1. Mendorong percepatan penerbitan Peraturan Gubernur mengenai pesantren agar keberadaan dan peran pesantren diakui serta didukung dengan regulasi yang mendasar.
  2. Mengawasi dan mengelola program "rereongan sapoe sarebu" supaya implementasinya tidak menimbulkan dampak negatif, tetapi justru memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

KH Aceng menekankan pentingnya sinergi antara NU dan Pemprov Jabar agar kebijakan tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Meningkatkan Kualitas Program Khidmah Jawa Barat

Muskerwil ke-III diharapkan menjadi momentum strategis untuk melanjutkan dan memperkuat program-program yang telah berjalan selama periode 2021-2026. Juhadi Muhammad berharap semua hasil musyawarah dapat memberikan keputusan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika internal NU di Jawa Barat.

Dengan begitu, PWNU Jawa Barat akan terus mempertahankan perannya sebagai organisasi sosial keagamaan yang solid dan produktif. Rangkaian musyawarah ini sekaligus menguatkan pijakan dalam persiapan menyambut Konferwil ke-XIX PWNU Jawa Barat agar berjalan lancar dan lancar sesuai harapan seluruh pengurus dan jamaah.

Baca selengkapnya di: jabar.nu.or.id

Berita Terkait

Back to top button