Dadan Luruskan Isu 70 Ribu Motor BGN di Jabar, Ini Status Sebenarnya Tahun 2026

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberi penjelasan usai video viral yang menampilkan deretan sepeda motor listrik berlogo BGN di sebuah gudang dan diklaim sebagai 70 ribu unit untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Dadan menegaskan pengadaan motor itu memang masuk dalam anggaran program tahun 2025, tetapi unitnya belum disalurkan ke lapangan.

Video yang beredar memicu perhatian publik karena menampilkan banyak motor listrik tersusun rapi dan diangkut truk, sementara pada bodinya terpasang stiker bertuliskan “Badan Gizi Nasional Republik Indonesia”. Narasi yang menyertai video menyebut armada itu disiapkan khusus untuk kebutuhan operasional SPPG di Jawa Barat, namun BGN meminta publik tidak langsung menyimpulkan sebelum ada penjelasan resmi.

Penjelasan BGN soal fungsi motor

Dadan mengatakan motor listrik tersebut disiapkan untuk mendukung operasional Kepala SPPG dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut pengadaan kendaraan itu merupakan bagian dari perencanaan anggaran BGN dan diarahkan untuk membantu kelancaran layanan di lapangan.

Menurut Dadan, kendaraan itu belum dibagikan kepada pihak mana pun. Ia menjelaskan seluruh unit harus lebih dulu melalui proses administrasi agar tercatat sebagai Barang Milik Negara atau BMN sebelum dapat dipakai secara resmi.

Berikut poin utama penjelasan BGN:

  1. Pengadaan motor masuk dalam anggaran 2025.
  2. Motor disiapkan untuk mendukung operasional Kepala SPPG.
  3. Kendaraan belum didistribusikan ke penerima.
  4. Seluruh unit wajib dicatat sebagai BMN lebih dulu.
  5. Setelah administrasi selesai, barulah distribusi bisa dilakukan.

Video viral dan klaim 70 ribu unit

Sebelumnya, video yang beredar di media sosial menampilkan gudang berisi motor listrik dalam jumlah besar. Pembuat konten dalam video itu mengklaim jumlahnya mencapai 70 ribu unit dan seluruhnya diperuntukkan bagi wilayah Provinsi Jawa Barat.

Klaim tersebut memantik tanda tanya karena jumlah yang disebut sangat besar dan belum ada penjelasan rinci dari awal. Setelah penjelasan resmi BGN, informasi yang mengemuka adalah bahwa motor itu memang disiapkan untuk kebutuhan operasional, tetapi belum ada distribusi ke SPPG mana pun.

Apa kaitannya dengan Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan logistik agar distribusi dan operasional di lapangan berjalan lancar. Dalam konteks itu, kendaraan operasional menjadi salah satu sarana pendukung untuk membantu kepala satuan pelayanan menjalankan tugasnya.

BGN menempatkan motor listrik sebagai fasilitas operasional, bukan sebagai bantuan yang langsung diserahkan ke penerima tertentu. Karena statusnya masih dalam proses pencatatan aset negara, kendaraan tersebut belum bisa langsung digunakan secara bebas di lapangan.

Dinamika ini menunjukkan bahwa pengadaan barang pemerintah sering kali memerlukan tahapan administratif sebelum sampai ke pengguna akhir. Pada kasus ini, BGN menegaskan proses itu masih berjalan dan publik diminta menunggu distribusi resmi setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.detik.com
Exit mobile version