Ledakan di PT GWS Sidoarjo Tewaskan Pekerja, DPRD Jatim Desak Tanggung Jawab Perusahaan

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, meminta PT Great Wall Steel (GWS) Sidoarjo bertanggung jawab penuh atas ledakan di pabrik peleburan dan pengolahan besi yang menewaskan satu pekerja. Ia menilai perusahaan juga harus memberi jaminan kepada korban dan keluarga agar insiden itu tidak menjadi preseden buruk bagi industri di Jawa Timur.

Ledakan terjadi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, saat pekerja memotong besi dengan alat las. Besi itu tiba-tiba meledak dan serpihannya mengenai para pekerja, hingga satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat.

Desakan DPRD Jatim ke perusahaan

Puguh menyebut peristiwa ini harus menjadi perhatian serius terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 di lingkungan industri. Menurut dia, kematian pekerja menunjukkan ada persoalan yang perlu dievaluasi dalam prosedur keselamatan di pabrik tersebut.

Ia menegaskan perusahaan tidak cukup hanya berhenti pada penanganan korban, tetapi juga wajib memastikan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Dalam pandangannya, tanggung jawab perusahaan menjadi bagian penting agar dunia industri tidak mengabaikan aspek keselamatan kerja.

Investigasi penyebab ledakan

Puguh meminta Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi menyeluruh. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan penyebab pasti ledakan belum diketahui.

Ia juga menyoroti pentingnya mitigasi darurat di setiap kawasan industri. Menurut dia, langkah evakuasi dan respons darurat harus dipahami semua pekerja agar risiko kecelakaan kerja bisa ditekan.

Fakta penting insiden di PT GWS Sidoarjo

  1. Lokasi kejadian berada di pabrik peleburan dan pengolahan besi PT Great Wall Steel di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
  2. Peristiwa terjadi saat pekerja memotong besi menggunakan alat las.
  3. Ledakan membuat serpihan besi mengenai para pekerja di area pabrik.
  4. Satu pekerja meninggal dunia.
  5. Dua pekerja lainnya mengalami luka berat.

Dorongan DPRD Jatim ini menambah tekanan agar perusahaan memperjelas tanggung jawab atas korban sekaligus membuka hasil investigasi secara terang benderang. Publik kini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah, aparat, dan perusahaan terkait penanganan kasus kecelakaan kerja tersebut.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: surabaya.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button