Ekonomi Banyuwangi Tumbuh 5,65 Persen, Kebijakan Ipuk Panen Pujian

Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada periode Januari–Desember 2025 tercatat melampaui Jawa Timur dan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Banyuwangi tumbuh 5,65 persen, lebih tinggi dibanding Jawa Timur yang tumbuh 5,33 persen dan nasional 5,11 persen.

Capaian itu mendapat sorotan karena terjadi di tengah dinamika ekonomi daerah yang masih dipengaruhi sektor riil, pariwisata, transportasi, dan pertanian. Sejumlah kalangan menilai hasil tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memberi ruang besar pada penguatan ekonomi berbasis lokal.

Kinerja seluruh sektor ikut mengangkat pertumbuhan

Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam mengatakan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi ditopang kinerja positif seluruh sektor usaha. Ia menyebut tidak ada lapangan usaha yang mengalami kontraksi sepanjang Januari–Desember 2025.

“Pada 2025 perekonomian Banyuwangi tumbuh dengan baik yang ditopang oleh pertumbuhan semua sektor usaha,” ujarnya pada Rabu, 8 April 2026.

Menurut BPS, sektor jasa menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi. Pariwisata tumbuh 8,64 persen, sedangkan transportasi dan pergudangan naik 8,4 persen seiring meningkatnya mobilitas penumpang dan arus barang.

Kenaikan itu sejalan dengan bertambahnya kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara. BPS mencatat jumlah kunjungan wisata naik 8,26 persen dibanding tahun sebelumnya, yang ikut memperkuat perputaran ekonomi di daerah tujuan wisata.

Sektor utama tetap bertahan kuat

Selain jasa, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi juga ditopang pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Dari sisi struktural, pertanian masih menjadi salah satu penyangga utama ekonomi daerah.

Abdus menyebut sektor pertanian tumbuh 4,36 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah produksi gabah kering giling yang naik 15,83 persen dari tahun sebelumnya, sehingga memberi dorongan pada aktivitas ekonomi pedesaan.

Di sisi lain, realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri juga meningkat sepanjang 2025. BPS menyebut seluruh sektor lapangan usaha di Banyuwangi tetap tumbuh, tanpa ada kontraksi yang tercatat dalam periode tersebut.

Kebijakan Bupati Ipuk dinilai efektif

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Banyuwangi, Ferdy Elfian, menilai capaian ekonomi itu tidak lepas dari kebijakan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia menyebut pemerintahan daerah menempatkan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis komunitas.

  1. Penguatan desa wisata dan pariwisata berbasis komunitas.
  2. Dorongan pada ekonomi kreatif dan pelibatan anak muda.
  3. Dukungan pada sektor pertanian melalui program Jagoan Tani.
  4. Peningkatan konektivitas ekonomi lewat transportasi dan mobilitas wisatawan.

“Banyak orang datang ke Banyuwangi, membuat banyak masyarakat utamanya anak-anak muda di desa-desa yang bergerak di sektor pariwisata. Kebijakan ini juga membuat ekonomi kreatif di Banyuwangi terus tumbuh,” ujar Ferdy.

Ia juga menilai perhatian Bupati Ipuk pada sektor pertanian memberi dampak positif bagi generasi muda. Program Jagoan Tani disebut mendorong minat anak muda Banyuwangi untuk terjun ke pertanian dan usaha turunan di sektor tersebut.

Dampak terasa sampai ke pelaku usaha lokal

Kombinasi pariwisata, transportasi, perdagangan, dan pertanian membuat aktivitas ekonomi di Banyuwangi bergerak lebih merata. Kondisi ini ikut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, komunitas desa wisata, hingga wirausaha muda yang bergantung pada naiknya arus pengunjung dan permintaan pasar lokal.

Pola pertumbuhan tersebut juga menunjukkan bahwa kebijakan daerah yang fokus pada penguatan sektor unggulan dapat berdampak langsung pada kinerja ekonomi. Dengan hasil 5,65 persen, Banyuwangi kini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang menonjol di Jawa Timur dan tetap menarik perhatian karena berhasil menjaga semua sektor tetap tumbuh.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: nasional.tempo.co

Berita Terkait

Back to top button