
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali memimpin Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional ke-IV di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat. Senator asal Jawa Timur itu akan menakhodai PB MI untuk masa bakti 2026-2030.
Munas tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Umum II KONI Pusat masa bakti 2023-2027, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo. Seusai terpilih, LaNyalla bersama jajaran pengurus harian juga dikukuhkan langsung oleh Soedarmo.
Dukungan penuh dari pengurus daerah
Pemilihan secara aklamasi menunjukkan seluruh Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia memberi dukungan penuh kepada LaNyalla. Kondisi itu menandakan konsolidasi organisasi berjalan solid menjelang periode kepengurusan baru.
LaNyalla menyampaikan terima kasih atas kepercayaan tersebut dan menegaskan fokus utamanya adalah memperkuat tata kelola organisasi. Ia juga menempatkan peningkatan prestasi atlet sebagai sasaran utama dalam kepemimpinannya.
“Fokus kita memperkuat tata kelola, menjaga soliditas, dan meningkatkan prestasi atlet. Seluruh Insan Muaythai Indonesia harus menjunjung integritas dan bergerak dalam satu komando,” ujar LaNyalla.
Penegakan aturan dan integritas organisasi
LaNyalla mengingatkan agar seluruh elemen Muaythai Indonesia menjaga integritas dalam berorganisasi. Ia menegaskan PB MI tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi.
Dalam penataan organisasi, PB MI telah membentuk Badan Yudisial melalui perubahan AD/ART. Struktur itu terdiri atas Komite Disiplin, Komite Banding, dan Komite Etik untuk menegakkan aturan secara lebih tegas.
Formasi tersebut disiapkan agar organisasi memiliki mekanisme pengawasan dan penyelesaian persoalan yang lebih jelas. Langkah itu juga diharapkan memperkuat disiplin internal di semua level kepengurusan.
Agenda pembinaan atlet
LaNyalla meminta seluruh jajaran kembali fokus pada program strategis pembinaan. Ia menyebut sejumlah agenda penting yang harus disiapkan, mulai dari Pekan Olahraga Nasional Beladiri, Kejuaraan Nasional, hingga persiapan menuju SEA Games Malaysia 2027.
Menurut dia, pembinaan atlet harus berjalan terarah agar Muaythai Indonesia mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Target jangka panjangnya adalah memperkuat posisi Indonesia di arena internasional.
Berikut agenda penting yang disorot dalam kepengurusan baru:
- Penguatan tata kelola organisasi
- Penjagaan soliditas internal
- Pembinaan atlet berjenjang
- Persiapan PON Beladiri
- Persiapan Kejurnas 2026
- Persiapan SEA Games Malaysia 2027
Pesan KONI Pusat
Soedarmo menyambut baik terpilihnya kembali LaNyalla dan menilai dukungan daerah menjadi modal penting bagi Muaythai Indonesia. Ia menyebut proses aklamasi yang cepat mencerminkan kekompakan organisasi.
“Proses aklamasi yang cepat menunjukkan soliditas organisasi. Ini modal penting untuk membawa Muaythai terus berkembang dan berprestasi,” kata Soedarmo.
Ia menambahkan, Muaythai Indonesia harus mampu melahirkan atlet yang mengangkat harkat dan martabat bangsa di dunia. Soedarmo juga mendorong pembinaan yang lebih terarah agar cabang olahraga ini bisa menghasilkan juara dunia.
Harapan menuju level dunia
Soedarmo menyinggung peluang Muaythai berkontribusi pada prestasi Indonesia di ajang multievent internasional, termasuk Olimpiade. Ia berharap cabang ini ikut berperan dalam target besar Indonesia menembus peringkat 10 dunia.
“Kita berharap Muaythai ke depan bisa menyumbangkan prestasi di Olimpiade, termasuk menuju Australia 2032. Ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong Indonesia masuk peringkat 10 dunia. Muaythai harus ambil bagian dalam mewujudkan target tersebut,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus pusat dan pengprov. Menurut dia, kerja bersama yang kuat akan membuat Muaythai Indonesia makin disegani di tingkat nasional maupun internasional.
Munas ke-IV PB MI menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah pembinaan prestasi. Dengan kepemimpinan LaNyalla yang kembali mendapat dukungan aklamasi, PB MI menargetkan penguatan struktur, disiplin organisasi, dan peningkatan daya saing atlet di ajang nasional maupun internasional.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: konijawatimur.co








