Semeru Kembali Erupsi 1.000 Meter, Peringatan Siaga di Lereng Jawa Timur

Gunung Semeru kembali erupsi pada Senin pagi dengan tinggi letusan teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak. Letusan terjadi pukul 09.23 WIB dan kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebut erupsi itu terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 113 detik. Dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, kolom letusan tercatat berada pada ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Rangkaian erupsi dalam satu pagi

Erupsi pada pagi itu tidak terjadi sekali. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat meletus enam kali dalam rentang waktu beberapa jam.

Berikut urutan erupsi yang terekam:

  1. Pukul 05.45 WIB, tinggi letusan sekitar 500 meter di atas puncak.
  2. Pukul 07.36 WIB, tinggi letusan sekitar 800 meter di atas puncak.
  3. Pukul 07.52 WIB, tinggi letusan sekitar 1 kilometer di atas puncak.
  4. Pukul 08.17 WIB, tinggi letusan sekitar 900 meter di atas puncak.
  5. Pukul 08.53 WIB, tinggi abu sekitar 1 kilometer di atas puncak.
  6. Pukul 09.23 WIB, tinggi letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Aktivitas berulang ini menunjukkan Semeru masih berada dalam fase erupsi yang fluktuatif. Kondisi tersebut membuat pemantauan visual dan kegempaan tetap penting dilakukan oleh petugas pos pengamatan.

Status Siaga dan batas aman

Gunung Semeru saat ini berstatus Level III atau Siaga. Pada level ini, PVMBG menetapkan sejumlah pembatasan aktivitas untuk melindungi warga dan pendaki dari ancaman awan panas, lontaran material, dan aliran lahar.

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak itu, aktivitas juga tidak boleh dilakukan pada sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru tetap tertutup bagi aktivitas masyarakat. Larangan ini berkaitan dengan risiko lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan dalam jarak dekat.

Potensi bahaya di aliran sungai

Sigit juga mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di jalur sungai yang berhulu di puncak Semeru. Kawasan yang perlu dipantau ketat meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Warga di sekitar aliran sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan juga diminta tetap waspada. Pada saat hujan turun di kawasan puncak, material vulkanik yang menumpuk dapat terbawa air dan memicu lahar secara tiba-tiba.

Fakta penting aktivitas Semeru

  1. Tinggi letusan terbaru mencapai 1.000 meter di atas puncak.
  2. Erupsi tercatat enam kali dalam satu pagi.
  3. Status gunung masih berada di Level III atau Siaga.
  4. Zona terlarang mencakup radius 5 kilometer dari puncak.
  5. Besuk Kobokan menjadi kawasan paling rawan karena potensi awan panas dan lahar.

Pemantauan terhadap Semeru masih terus dilakukan karena gunung api ini dikenal aktif dan dapat berubah cepat dalam hitungan jam. Warga di lereng dan sepanjang aliran sungai diminta mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan otoritas kebencanaan setempat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com

Berita Terkait

Back to top button