Dalam suasana halal bihalal di Resto Joglo Jepara, Komisaris Utama Lingkar Jateng Group, Agus Sunarko, menyoroti filosofi burung elang saat berbicara tentang arah organisasi pasca tahun politik. Ia menekankan bahwa kebersamaan tetap penting, tetapi pertumbuhan perusahaan kadang menuntut langkah berbeda agar setiap bagian bisa bergerak lebih cepat.
Agus menyampaikan pandangan itu di hadapan jajaran Lingkar Jateng Group yang hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menilai dinamika dalam organisasi wajar terjadi, termasuk saat ada unit atau divisi yang perlu dipisahkan untuk mencapai perkembangan yang lebih optimal.
Filosofi elang sebagai gambaran pertumbuhan
Agus menggambarkan proses itu lewat perbandingan dengan elang yang tumbuh secara mandiri hingga menjadi kuat dan mampu memberi pengaruh pada lingkungannya. Ia membedakan karakter itu dengan burung murai batu yang cenderung bergerombol, lalu menekankan bahwa elang justru berkembang melalui proses yang lebih sendiri dan terarah.
“Seperti layaknya burung elang, dia bertumbuh dan berproses seorang diri, tidak seperti burung murai batu yang selalu bergerombol. Namun pada saatnya, burung elang yang sudah kuat akan mewarnai sekelilingnya,” ujar Agus.
Pernyataan itu menjadi penekanan utama dalam pesannya soal organisasi yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan baru. Dalam pandangannya, perpisahan dalam struktur kerja tidak selalu berarti melemah, melainkan bisa menjadi bagian dari proses untuk menemukan potensi terbaik.
Optimisme terhadap masa depan Lingkar Jateng Group
Selain menyinggung filosofi elang, Agus juga menyampaikan keyakinannya bahwa Lingkar Jateng Group masih memiliki prospek kuat ke depan. Ia secara terbuka menyatakan optimisme bahwa perusahaan akan tetap bertahan dan berkembang di masa mendatang.
Agus juga memberi dorongan kepada Direktur Utama Lingkar Jateng Group, Noofal, agar terus memimpin dengan semangat. “Saya pribadi optimis, bahwa Lingkar Jateng Group ini yang akan bertahan dimasa mendatang. Saya berpesan kepada Direktur Utama Lingkar Jateng Grup, Pak Nofal, tetap semangat, saya yakin dibawah komando Pak Nofal, Lingkar Jateng Group akan terus bertumbuh hebat,” katanya.
Halal bihalal jadi ruang mempererat hubungan kerja
Noofal menyambut baik kehadiran para peserta dan menilai halal bihalal menjadi momen penting untuk mempertemukan kembali rekan kerja yang lama tidak berjumpa. Ia menyebut kegiatan itu dibutuhkan agar semangat dan kekompakan di lingkungan kerja bisa tumbuh kembali.
“Saya raya memang perlu mengadakan kegiatan ini, karena sudah lama kita tidak berjumpa, semoga dengan pertemuan kita pada hari ini, bisa menumbuhkan semangat dan kekompakan kita untuk kedepannya,” kata Noofal.
Ia juga mengakui bahwa suasana pasca pemilu memberi tantangan tersendiri bagi organisasi. Meski begitu, ia menegaskan komitmen untuk tetap menjaga kerja sama yang saling melengkapi dan saling menguatkan.
“Memang di situasi paska tahun pemilu ini rasanya cukup berat, namun sesuai komitmen kita, ‘saling melengkapi dan saling menguatkan’. Pasti kita semua bisa menghadapi tantangan kedepan bersama-sama,” tambahnya.
Silaturahmi yang terasa lebih lengkap
Dari sisi peserta, Ajeng selaku staf media sosial Lingkar Jateng Group menilai halal bihalal kali ini memberi makna lebih karena membuka ruang untuk saling bermaafan dan mempererat kedekatan antarrekan kerja. Ia menyoroti kehadiran karyawan dari luar kota yang membuat pertemuan tersebut terasa lebih lengkap.
“Momen saling bersalaman dan bermaaf-maafan menjadi lebih bermakna karena bisa bertemu langsung dengan rekan kerja dari luar kota,” ungkapnya.
Ajeng berharap silaturahmi yang terjalin tidak berhenti pada acara itu saja, tetapi terus terjaga dalam aktivitas kerja sehari-hari. Ia menilai hubungan yang harmonis akan memberi dampak positif bagi lingkungan kantor ke depan, terutama ketika organisasi menghadapi perubahan dan dinamika yang terus berjalan.
Source: beritajateng.id






